Puluhan Ribu Petani Tembakau di NTB Dapat Jaminan Sosial Tenaga Kerja

Petani tembakau dapat jaminan sosial tenaga kerja. (Sariagri/Yongki)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Selasa, 4 Oktober 2022 | 18:15 WIB

Sariagri - Sebanyak 10.000 Petani dan Buruh Tani Tembakau di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapatkan Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Provinsi NTB. Jamsostek tersebut dibagikan secara simbolis di Aula SMKN 1 Sakra Desa Suwangi Timur,  Lombok Timur, (3/10/2022).

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah SE, M.Sc., mengatakan program jaminan sosial yang dihadirkan BPJS Ketenagakerjaan bukan karena ingin meninggal berpulang ke Rahmatullah, tetapi setidaknya generasi yang diwarisi ada sesuatu minimal bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

"Kadang-kadang praktik beragama orang Islam ini, lebih kelihatan di negara non muslim barat-barat ketimbang yang mengklaim dirinya sebagai mayoritas umat Islam," ungkapnya.

Diceritakan Bang Zul, sapaan akrab Gubernur yang pernah tinggal di Inggris 5 tahun, pernah tinggal di Belanda, Jepang. Luar biasa diakuinya ketika masih menjadi mahasiswa beli mobil saja bisa dapat dengan harga relatif murah. Dibandingkan di negara Indonesia membeli mobil dengan harga cukup tinggi tetapi biaya asuransinya mahal 10 sampai 15 kali lipat harga mobil.

"Luar biasa, karena pemerintah mereka betul-betul memperhatikan dan melindungi masyarakatnya. Mereka memiliki proses yang panjang puluhan tahun hingga sampai saat ini, kita ini baru mulai," jelasnya.

Diharapkan jangan lagi bermimpi menjadi PNS, karena petani tembakau sekarang sudah diberi dan dilindungi oleh asuransi BPJS.

"Selamat kepada teman-teman BPJS, mudah-mudahan dimasa yang akan datang bisa mengcover lebih banyak lagi mendapatkan perlindungan jaminan sosial  bagi anak-anak petani, nelayan dan lain sebagainya," tutup Bang Zul.

Sementara itu, Kadisnakertrans NTB, l Gede Putu Aryadi, S.Sos., MH., menyampaikan bahwa Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB mendapatkan alokasi dana DBHCHT sebesar 7,5 miliar.

Baca Juga: Puluhan Ribu Petani Tembakau di NTB Dapat Jaminan Sosial Tenaga Kerja
Cukai Rokok Naik Terus, Petani Tembakau Menyedihkan Nasibnya

"Pertama di Indonesia alokasi dana DBHCHT tahun ini memberikan perlindungan kepada petani dan buruh tani tembakau yang katagori kurang mampu dan diapresiasi disambut baik oleh pemerintah pusat atas kebijakan pak Gubernur.

"Lombok Timur merupakan penghasil tembakau terbanyak sekitar 16 rb lebih, saat ini kita bisa berikan jaminan perlindungan kepada 10.000 petani. Sehingga kita harapkan kedepan ada komitmen dan kebijakan Bupati Lombok Timur untuk menambah sisanya sebagai penerima manfaat," pungkasnya.

Video Terkait