Daerah Ini Tergetkan Produksi Padi Capai 907.243 Ton

Ilustrasi padi. (Foto: Unsplash)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 3 Oktober 2022 | 22:00 WIB

Sariagri - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menargetkan produksi padi tahun ini mencapai 907.243 ton, naik 7.243 ton dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak 900.000 ton.

Kepala Dinas TPHPKP Cianjur, Insanuddin Lingga mengatakan hingga September tercatat produksi padi sudah mencapai 647.347 ton atau 71,35 persen, sehingga pihaknya optimistis dapat mencapai target sebelum akhir tahun bahkan surplus.

"Sama seperti tahun sebelumnya target selalu tercapai bahkan surplus, sehingga produksi padi untuk kebutuhan lokal selalu tercukupi bahkan berlebih sehingga kami dapat memasok untuk daerah lain," katanya.

Lingga menjelaskan, Cianjur memiliki lahan pertanian seluas 156.203 hektare yang tersebar di 32 kecamatan, meski tahun ini luas tanaman padi menurun namun hasil produksi selalu terpenuhi bahkan lebih dari target.

Berbagai program dan pola tanam terbarukan diterapkan di sejumlah kecamatan untuk meningkatkan produksi tanaman padi, ditambah dengan tenaga penyuluh pertanian yang selalu siap memberikan bantuan serta solusi untuk petani ketika mendapatkan permasalahan.

"Kita masih memiliki waktu tiga bulan ke depan untuk mencapai target yang tersisa sekitar 29 persen. Sama dengan tahun lalu harapan kami hasil produksi padi di Cianjur surplus dan ketahanan pangan tetap terjaga," katanya.

Baca Juga: Daerah Ini Tergetkan Produksi Padi Capai 907.243 Ton
Pakistan dan Cina Alami Kerugian Panen Beras, Negara Ini Jadi Tumpuan

Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan untuk menjaga ketahanan pangan di tingkat lokal, pemerintah daerah mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan lahan di pekarangan rumah untuk ditanami tanaman bumbu dapur serta lahan kosong dimanfaatkan menanam palawija.

"Imbauan tersebut sudah disebar ke seluruh kecamatan, ASN menjadi pilot projek melakukan penanaman cabai dan tanaman bumbu dapur lainnya, sehingga gerakan tersebut dapat diikuti warga, sehingga inflasi dapat ditekan dan ketahanan pangan semakin kuat,"pungkasnya.

Video Terkait