Dampak BBM Naik, Petani hingga Nelayan Tanggung Biaya Ini

Tangkapan layar Kepala BPS Margo Yuwono memberikan keterangan pers tentang inflasi bulan Juli 2022 di Jakarta, Senin (1/8/2022).

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 3 Oktober 2022 | 15:45 WIB

Sariagri - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada September 2022 sebesar 106,82 atau naik 0,49 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kepala BPS Margo Yuwono mmengungkapkan kenaikan ini disumbang oleh penguatan indeks harga yang diterima petani sebesar 1,62%.

"Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 1,62 persen lebih tinggi dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 1,13 persen," ujar Margo dalam konferensi pers, Senin (3/10/2022).

Margo menambahkan kenaikan harga yang diterima petani naik disumbang oleh kelapa sawit, gabah, kopi dan cabai rawit. Meski naik, BPS melihat NTP pada September 2022 dibebani dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan harga beras.

"Sementara petani harus membayar lebih karena ada kenaikan harga di rumah tangganya karena adanya kenaikan bensin, harga beras, rokok kretek filter dan tarif angkutan bermotor dalam kota," kata Margo.

Apabila dilihat secara subsektor, BPS mencatat hanya dua subsektor yang NTP-nya meningkat, yakni tanaman pangan sebesar 1,49% menjadi 97,90 dan tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,62% jadi 120,71.

Sementara itu, holtikultura, peternakan, perikanan mengalami penurunan. Penurunan paling tajam terjadi pada perikanan tangkap yang turun 1,84% menjadi 107,21. BPS juga mencatat Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional September 2022 sebesar 106,86 atau naik 0,22 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.

Baca Juga: Dampak BBM Naik, Petani hingga Nelayan Tanggung Biaya Ini
BPS: Nilai Tukar Petani pada Maret Meningkat 0,42 Persen

"Masih meningkat karena indeks harga yang diterima petani masih meningkat lebih tinggi dari indeks biaya produksi dan penambahan barang modal," jelas Margo.

Margo mengungkapkan indeks biaya produksi petani meningkat sebesar 1,40% dipicu oleh kenaikan harga bensin, ongkos angkut, solar dan jerami.

Video Terkait