Putin Perintahkan Petani Ikut Wajib Militer untuk Perang di Ukraina

Presiden Rusia Vladimir Putin. (Sariagri/Antara)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Reza P - Kamis, 29 September 2022 | 16:45 WIB

Sariagri - Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan para petani untuk ikut wajib militer. Perekrutan Petani menjadi militer Rusia sekaligus menandakan adanya potensi risiko lebih lanjut untuk panen 2023. Hal itu Putin sampaikan saat pertemuan dengan para pejabat pada hari Selasa (27/9).

Seperti diketahui, Rusia merupakan pengekspor gandum terbesar di dunia. Pada musim gugur ini, menjadi musim yang sibuk bagi para petani di musim gugur. Penaburan gandum musim dingin juga tertunda secara signifikan oleh hujan.

"Saya juga ingin berbicara dengan kepala daerah dan kepala perusahaan pertanian. Sebagai bagian dari mobilisasi parsial, pekerja pertanian juga sedang direkrut. Keluarga mereka harus didukung. Saya meminta Anda untuk memberi perhatian khusus pada masalah ini," kata Putin saat pertemuan pejabat yang disiarkan televisi lokal, dikutip dari livemint.

Sebagai bagian dari apa yang disebut Moskow sebagai operasi militer khusus di Ukraina, Rusia mengumumkan mobilisasi publik pertamanya sejak Perang Dunia II pada Rabu. Hal ini telah menyebabkan orang-orang yang memenuhi syarat untuk bergegas ke perbatasan, sehingga terjadi kegelisahan di masyarakat umum.

Para pejabat mengatakan, sebagai bagian dari upaya mobilisasi, 300.000 lebih orang Rusia akan dipanggil untuk ikut berperang. Beberapa daerah di selatan dan tengah Rusia yang berbatasan dengan Ukraina, seperti wilayah Kursk, merupakan daerah penghasil biji-bijian yang penting. Putin juga mengatakan pada pertemuan itu bahwa Rusia berada di jalur yang tepat untuk memanen tanaman biji-bijian dengan rekor 150 juta ton, termasuk 100 juta ton gandum, pada 2022.

Baca Juga: Putin Perintahkan Petani Ikut Wajib Militer untuk Perang di Ukraina
Bali Targetkan Pertanian Organik 45 Ribu Hektar hingga Akhir 2022

Sebelumnya pada 22 September, Penjaga Perbatasan Finlandia telah melaporkan bahwa lalu lintas yang tiba di perbatasan timur Finlandia dengan orang Rusia telah meningkat dalam semalam.

Menteri Pertahanan Finlandia Antti Kaikkonen menyampaikan, Finlandia berbagi perbatasan sepanjang 1.300 km dengan Rusia, yang merupakan perbatasan terpanjang di Uni Eropa. Ia mengatakan bahwa Finlandia memantau dengan cermat situasi di tetangganya setelah perintah mobilisasi militer Presiden Vladimir Putin untuk perang di Ukraina.

Video Terkait