Miris! Sawah Petani Ini Dirusak Secara Misterius hingga Rugi Jutaan

Sawah Milik Sahman yang Rusak Diduga oleh Orang Tidak Dikenal. (Sariagri/Yongki)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 29 September 2022 | 14:30 WIB

Sariagri - Sariagri - Sahman (53 tahun) seorang petani asal Dusun Longserang Timur, Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, harus pasrah melihat tanaman padi di sawahnya rusak parah, hingga mengalami gagal panen.

Hingga kini Sahman belum mengetahui, siapa dalang dibalik kerusakan padinya. Sebab, saat padi rusak, cuaca masih terlihat normal dan kerusakan tanaman padinya terlihat tidak seperti biasa. 

"Dia dirusak ini, tidak mungkin karena cuaca," kata Sahman. 

Sahman yakin, sawah seluas 40 are atau 4.000 meter persegi miliknya itu dirusak oleh orang tidak dikenal karena kerusakannya yang tidak beraturan dan terjadi di beberapa titik.

"Jadi pelaku ini rusak di beberapa titik dari 40 are itu," kata Sahman.

Menurut Sahman, aksi perusakan itu tejadi dua kali. Pertama pelaku yang belum diketahui identitasnya itu merusak tanaman di bagian pinggir sawah korban, pada Jumat malam 16 September 2022, sekarang terjadi lagi pada hari Rabu (28/9/2022). 

Sawah milik Sahnan yang berlokasi di Subag Sigerongan Il Dusun Berembeng Barat Desa Sigerongan Lingsar itu pun kembali dirusak oleh OTK pada malam berikutnya.

"Jadi adik ipar saya Sumiati (24) dan mertua saya kasi tahu bahwa tanaman padi saya dirusak lagi. Jadi dua kali dirusak. Dan lebih parah lagi rusaknya," kata Sahman.

Sejauh ini kata Sahman, dia belum mengetahui persis motif seseorang yang dengan tega merusak tanaman padinya yang baru berusia 1,5 bulan tersebut. Aksi perusakan itu pun membuat Sahman merugi sekitar Rp4 juta.

Baca Juga: Miris! Sawah Petani Ini Dirusak Secara Misterius hingga Rugi Jutaan
Warga Cina Antusias Ikuti Program Adopsi Lahan Pertanian

"Saya tidak pernah memiliki masalah dengan warga di Dusun Sigerongan. Jadinya siapa pelakunya saya tidak tahu," imbuhnya.

Sahman pun melaporkan kejadian perusakan tersebut ke Polsek Lingsar pada 20 September 2022 lalu. " "Saya cek pagi mau masukin air sudah sebagian ditebang padinya, dan ini Saya sudah lapor tapi belum ada perkembangan,"pungkasnya.

Video Terkait