Populasi Hama Belalang Kian Meningkat, Pertanian Terancam Hancur

Hama belalang serang lahan pertanian di Sumba. (Sariagri/Charles)

Editor: Dera - Rabu, 28 September 2022 | 18:30 WIB

Sariagri - Studi baru dari tim peneliti dari Arizona State University (ASU) menemukan bahwa perubahan iklim akan secara dramatis meningkatkan intensitas kawanan belalang yang bisa menghancurkan tanaman pangan.

Studi yang baru-baru ini diterbitkan dalam Ecological Monographs, menguraikan hasil dari data yang cukup besar yang dikumpulkan tentang fisiologi belalang Amerika Selatan, demikian dilansir eurekalert.org.

"Salah satu aspek unik dari penelitian kami adalah bahwa kami menggabungkan banyak pendekatan penelitian yang berbeda, termasuk pengamatan lapangan, eksperimen laboratorium, dan pemodelan komputasi," kata Jacob Youngblood, lulusan PhD Biologi ASU dan penulis pertama studi tersebut.

Prediksi para peneliti menunjukkan bahwa belalang akan mampu mengasimilasi jauh lebih banyak energi di iklim masa depan daripada iklim saat ini, antara 8-17% lebih banyak energi per musim hujan dibandingkan saat ini.

Hama Belalang Hancurkan Tanaman

Iklim yang lebih hangat di masa depan memungkinkan populasi belalang untuk tumbuh dan berkembang lebih cepat bahkan tiga generasi per musim dalam waktu yang lebih lama, sehingga kemungkinan wabah bisa menjadi lebih besar.  Youngblood memperkirakan, kehancuran tanaman akibat serangan hama belalang di masa depan bisa meningkat hingga 17 persen.

Belalang dapat hidup dan makan dalam berbagai suhu. Dan, sebagai herbivora generalis yang dapat melakukan perjalanan jarak jauh untuk mendapatkan makanan yang tersedia, belalang dapat mengisi perut mereka dengan makanan lebih cepat daripada yang dapat mereka cerna.

Setidaknya sejak zaman firaun Mesir kuno pada 3200 SM, belalang telah meletus menjadi kawanan besar yang menyerbu tanaman pangan dan menyebabkan kehancuran yang hampir total.

Sama seperti manusia, belalang bisa pemalu atau suka berteman. Sebagian besar populasi belalang dapat menghabiskan beberapa musim di dalam populasi dengan kepadatan yang rendah, yang disebut fase soliter.

Baca Juga: Populasi Hama Belalang Kian Meningkat, Pertanian Terancam Hancur
2 Bahan Ini Bisa Usir Hama Belalang di Tamanmu



Belalang berwarna cokelat atau semu hijau, biasanya pemalu, menyendiri dan relatif tidak berbahaya dalam skala ekonomi global. Namun, ketika keadaannya tepat, jumlah belalang bisa membengkak dengan kepadatan berlebih, memicu peralihan drastis ke fase suka berteman, warnanya berubah cerah dan mampu membentuk kawanan migrasi 80 juta belalang per kilometer persegi.

Dengan setiap belalang memakan hingga 2 gram vegetasi setiap hari, segerombolan belalang ukuran besar dapat melakukan perjalanan hingga 90 mil sehari, mengonsumsi jumlah makanan yang sama dengan 35.000 orang, sehingga tidak heran mereka dianggap sebagai hama paling mematikan di dunia.

 

Video Terkait