Ternyata Ini Kunci Sukses Modernisasi Desa dan Pertanian di Cina

Ilustrasi drone pertanian. (Pixabay/DJI-Agras)

Editor: Reza P - Minggu, 25 September 2022 | 12:00 WIB

Salinitas tanah disebut sebagai tantangan utama bagi ketahanan pangan global. Namun di Hinggan League di Daerah Otonomi Mongolia Dalam Cina utara, yang dianggap sebagai salah satu dari tiga tanah salin-alkali teratas di dunia, hasil produksi padi berada di atas rata-rata berkat kemajuan satelit, 5G, dan Kecerdasan Buatan.

Endapan garam terlarut berlebih di lahan yang dapat ditanami memengaruhi hasil panen. Pada tahun 2019, diperkirakan bahwa 20 persen lahan beririgasi dunia dipengaruhi oleh salinitas, seperti diberitakan CGTN.

Di tempat kerja yang dipimpin oleh mendiang ahli agronomi Cina, Yuan Longping, varietas padi baru yang dikembangkan oleh tim penelitinya menghasilkan 533,95 kilogram hasil per mu (0,67 hektar) pada tahun 2020. Hasil tersebut meningkat sekitar lima persen dari sebelumnya.

Ladang percobaan dipantau oleh satelit untuk mengukur perubahan klorofil, dan drone berbantuan pencitraan inframerah dikerahkan untuk memindai cakupan pestisida atau serangga dan organisme berbahaya lainnya.

Lahan itu juga terhubung dengan sensor dan kamera pintar untuk mengirim data tanah dan cuaca secara real-time berkat jangkauan 5G. Lahan pertanian yang terhubung dengan perangkat pintar meningkat dengan perluasan cakupan 5G di seluruh Cina.

Cakupan 5G di Desa-Desa Cina

Pada Juni 2022, jaringan optik gigabit Cina memiliki kapasitas untuk mencakup lebih dari 400 juta rumah tangga dan 1,85 juta BTS 5G telah dioperasikan. Menurut Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Cina, kondisi tersebut memungkinkan akses 5G ke setiap daerah dan desa.

Beijing juga berjanji untuk meningkatkan penyebaran fasilitas 5G, kecerdasan buatan, dan Internet of Things di desa-desa untuk mencapai integrasi mendalam teknologi digital dan pertanian.

Kantor Komisi Urusan Ruang Siber Pusat (OCCAC) dan sembilan departemen pemerintah lainnya bersama-sama mengeluarkan rencana aksi untuk pengembangan desa digital antara tahun 2022 dan 2025, yang menunjukkan bahwa Cina akan mencapai hasil penting dalam pengembangan desa digital pada tahun 2025.

5G dan Pertanian

Teknologi, produk, dan aplikasi baru yang terkait dengan pertanian cerdas di Cina meningkat dengan cepat karena penggunaan 5G yang semakin aktif dan cakupannya yang lebih luas.

Dulunya, komunikasi dan transmisi data dengan 4G tidak stabil dan ukuran file dikompresi yang mengakibatkan video beresolusi rendah, serta sinyal kerap terputus.

Sementara karakteristik jaringan 5G, seperti kecepatan tinggi dan latensi atau biaya rendah, telah memastikan koneksi tanpa batas antara perangkat dan server.

Setelah dianalisis oleh komputer, data dikirim kembali ke drone atau peralatan lain sehingga meningkatkan produktivitas pertanian dan memangkas biaya tenaga kerja.

Baca Juga: Ternyata Ini Kunci Sukses Modernisasi Desa dan Pertanian di Cina
Jaga Ketahanan Pangan, Cina Perkuat Inovasi Mesin Pertanian

Menurut laporan yang diterbitkan oleh think tank yang berbasis di Beijing, China Center for International Economic Exchanges/CCIEE, infrastruktur 5G dan teknologi modern akan mempercepat pengembangan desa digital di Cina.

Pengembangan desa digital menjadi area kunci berikutnya untuk memastikan ketahanan pangan dan pusat kolaborasi internasional.

Video Terkait