Hari Tani Nasional, Momentum Kebangkitan Pertanian Indonesia

Ilustrasi petani di sawah. (Pixabay)

Editor: Dera - Sabtu, 24 September 2022 | 13:00 WIB

Sariagri - Hari Tani Nasional yang diperingati setiap tanggal 24 September seakan menjadi momentum kebangkitan pertanian di Tanah Air.

Petani Indonesia bahkan berhasil melewati sederet tantangan terberat dalam empat tahun terakhir, seperti pandemi COVID-19, perubahan iklim, invasi Rusia ke Ukraina, hingga laju pertumbuhan penduduk yang terus meningkat. 

Meski perekonomian belum sepenuhnya pulih usai hantaman pandemi, namun dunia pertanian nasional membuktikan kekuatannya dalam menyelamatkan bangsa ini dari ancaman kelaparan. 

Bahkan, baru-baru ini Indonesia baru saja mendapatkan penghargaan dari Institut Penelitian Padi Internasional (IRRI), lantaran berhasil mencapai swasembada beras pada periode 2019-2021. IRRI menilai Indonesia memiliki sistem pertanian-pangan tingkat tinggi. 

Pujian lain juga datang dari Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) yang mengakui ketangguhan sistem ketahanan pangan Indonesia.

Nasib Pahlawan Pangan Bangsa

Hari Tani Nasional tentu menjadi momentum yang tepat bagi bangsa ini untuk merefleksi sumbangan petani Indonesia dalam mewujudkan kedaulatan pangan.

Sudah saatnya, petani di Indonesia bangkit serta mendapatkan penghargaan dari negeri ini. Namun sayangnya, sebagian petani belum merasakan kesejahteraan. 

Mereka kerap dihadapkan dengan persoalan yang sama, mulai dari sulitnya mendapatkan pupuk subsidi, harga produksi yang mahal, hingga harga jual panen yang rendah. 

Problematika yang terus berulang dari tahun ke tahun itu pun seakan tak bisa membuat mereka 'merdeka'. Penghasilan yang rendah hingga stigma profesi yang hidup di garis kemiskinan seakan kian melekat. Padahal, petani merupakan pahlawan pangan sekaligus penyelamat bangsa. 

Regenerasi Petani

Sudah sepatutnya pemerintah merangkul seluruh petani di Indonesia, tak terkecuali mereka yang berada di daerah pelosok, yang jauh dari sentuhan teknologi digital. 

Baca Juga: Hari Tani Nasional, Momentum Kebangkitan Pertanian Indonesia
Cyrus McCormick, Penemu Mesin Penuai Pertanian Pertama di Dunia

Regenerasi petani yang kian mengkhawatirkan juga seakan menjadi tantangan baru yang harus dihadapi negeri ini. Di mana mayoritas petani nasional masuk dalam kategori usia tua atau di atas 45 tahun, sedangkan angka petani muda atau milenial masih jauh dari harapan. 

Pemerintah harus lebih gencar dalam mencetak petani-petani milenial agar ketahanan pangan Indonesia bisa tetap tangguh. Pemerintah juga harus dapat meyakinkan generasi muda, jika profesi mulia ini sangat menjanjikan di masa depan. 

Video Terkait