Program Petani Milenial Kebanjiran Peminat, Tinggal di Desa Rezeki Kota

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meresmikan Kick-Off Program Petani Milenial (Dok. Humas Pemprov Jabar)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Sabtu, 24 September 2022 | 06:00 WIB

Sariagri - Program Petani Milenial yang dirilis Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) kebanjiran peminat. Adanya program tersebut, menurut Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil membuat jumlah generasi muda yang terlibat dalam bidang pertanian kian bertambah.

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, mengatakan progam Petani Milenial merupakan kesempatan untuk bisa tinggal di desa, tapi memiliki rezeki kota dengan bisnis yang mendunia. Saat ini, program Petani Milenial ini sudah memasuki gelombang II dengan pendaftar mencapai 20 ribu orang.

Sedangkan di gelombang I, Pemprov Jabar sudah mewisuda 1.249 Petani Milenial. Bahkan Ridwan Kamil di sela-sela kunjungan kerja menyinggung program Petani Mienial. Ia mengatakan, "Meskipun tinggal di desa tapi bisa mendapatkan rezeki kota dan bisnis mendunia," paparnya.

"Saat ini petani milenial menjadi penting di tengah kondisi dunia sedang krisis pangan dan energi," katanya.

Sementara, ancaman ini sebenarnya bisa teratasi karena Jabar dianugerahi tanah yang subur. Namun, warga yang menggarap pertanian masih sedikit.

Dinas Kehutanan Pemprov Jabar turut terlibat dalam program petani milenial. Total ada 753 orang pendaftar program petani milenial.

Salah satunya, lewat program pengembangan lebah madu dan jamur kayu. Plt Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat Dodit Ardian Pancapana mengaku, tingginya animo masyarakat tidak lepas dari peran teknologi digital.

"Pada tahun 2021, sebanyak 98 orang daftar secara online maupun offline.

Semuanya sudah mengikuti inagurasi pada Maret 2022 lalu. Sedangkan tahun 2022 ini, sebanyak 102 petmil dinyatakan lulus namun belum dilakukan inagurasi," beber Dodit.

Dodit mengatakan, pihaknya sudah menggulirkan program petani milenial lebah madu dan jamur kayu sejak November 2021. Ke depan, pihaknya akan mengembangkan akses penjualan produk para petani milenial ini. Yakni, dengan menggelar event Pasar Leuweung.

Baca Juga: Program Petani Milenial Kebanjiran Peminat, Tinggal di Desa Rezeki Kota
Kang Emil Kibarkan Bendera Start Program Petani Milenial

Nantinya, petani milenial bisa men-display langsung produk olahannya. "Event Pasar Leweung atau pasar hutan ini, kita jadikan sebagai atraksi wisata yang bisa menyedot pengunjung. Rencananya, kita gelar satu bulan sekali. Sehingga, orang dari luar daerah, seperti Jakarta dan kota besar lainnya, bisa membeli produk hasil hutan ini langsung dari petani milenial," kata Dodit.

Seperti diketahui, petani milenial ini telah menghasilkan para pengusaha baru di bidang pertanian. Bahkan omzet yang dihasilkan beragam. Seperti Karimun asal Pangandaran. Petani muda yang dulunya barista ini kini mengembangkan hasil produksi kopi.

"Karena saya dari Pangandaran, saya komoditas kopinya robusta Pengandaran.

Omzet perbulan Rp 50 juta-70 Juta," pungkas Karimun.

Video Terkait