Kala Cina Mulai 'Kepincut' Teknologi Pertanian AS

Ilustrasi lahan pertanian kedelai. (Pixabay)

Editor: Dera - Kamis, 22 September 2022 | 10:00 WIB

Duta Besar Cina untuk Amerika Serikat (AS), Qin Gang, mengatakan bahwa negaranya dan AS merupakan dua negara pertanian utama yang harus membangun kerja sama mendalam dalam teknologi pertanian, aksi iklim, dan pembangunan berkelanjutan.

“Saya percaya saat Cina mengejar pembangunan berkualitas tinggi, permintaan kami terhadap teknologi dan fasilitas pembangunan pertanian hijau akan menjadi sekuat permintaan produk pertanian,” katanya, dalam Diskusi Meja Bundar Pertanian Cerdas Iklim dan Keberlanjutan AS-Cina di St Louis, Missouri, minggu lalu.

Dia mengatakan, pasar Cina akan tetap terbuka dan mereka siap berbagi peluang dengan petani, pengusaha, institusi, dan perusahaan AS yang ingin berkolaborasi dengan Cina.

“Merupakan tanggung jawab kita bersama untuk meningkatkan pertanian berkelanjutan dan melindungi ketahanan pangan global untuk generasi mendatang, jelas Qin, seperti dikutip China Daily.

Cina Tertarik dengan Pertanian AS

Qin mengaku dia sangat tertarik dengan pertanian AS selama perjalanan terakhirnya.

Kami telah melihat bahwa petani AS dan bisnis pertanian membutuhkan Cina, mendapat manfaat dari Cina, dan berharap untuk keterlibatan yang lebih besar dengan Cina, kata Qin.

Dia menyebut dirinya beruntung menjadi petani satu hari di pertanian Kimberley di Iowa, yang dikutip oleh Presiden Xi Jinping sebagai contoh teknologi pertanian modern ketika dia berkunjung sebagai wakil presiden Cina.

Kami mengetahui bahwa pertanian AS sedang melalui transisi hijau dan rendah karbon. Teknologi maju dalam pemuliaan benih, pertanian digital, mesin, dan peralatan serta praktik pertanian yang baik, semuanya berkontribusi pada produksi yang efisien dan berkelanjutan,” terangnya.

Qin percaya kerjasama pertanian Cina-AS harus melampaui model sederhana dan masuk jauh ke dalam teknologi pertanian, aksi iklim, dan pembangunan berkelanjutan.

Cina menetapkan target untuk mencapai puncak karbon sebelum 2030 dan netralitas karbon sebelum 2060.

Presiden Xi Jinping telah berkali-kali mengatakan kepada petani kami, air bersih dan pegunungan hijau sama berharganya dengan emas dan perak. Kami percaya pertanian adalah kontributor pembangunan hijau Cina, dan pertanian juga dapat menciptakan potensi pertumbuhan baru,” imbuh Qin.

Baca Juga: Kala Cina Mulai 'Kepincut' Teknologi Pertanian AS
Melalui Teknologi Modern, Industri Pertanian Lokal Cina Meningkat Tajam

Dalam beberapa tahun terakhir, Cina bekerja secara aktif dalam pembangunan pertanian hijau. Beijing telah memperkenalkan peraturan terkait perlindungan tanah hitam, menyadari pentingnya mengurangi penggunaan pupuk kimia dan pestisida, serta meningkatkan penerapan teknologi informasi dan pertanian digital.

Kebijakan, teknologi, dan keahlian Cina dalam pembangunan pertanian berkelanjutan pun terus meningkat.

Beberapa perusahaan terkemuka global dalam benih dan perlindungan tanaman yang basis penelitian dan pengembangannya berada di AS telah memberikan kontribusi produk dan solusi pertanian untuk pembangunan hijau Cina. 

Video Terkait