Penyaluran Pupuk Bersubsidi Akan Diperketat, Cek Harganya di Sini

Dokumentasi - Petugas memeriksa pupuk subsidi yang baru tiba di gudang lini III PT Pupuk Kujang, Jatibarang, Indramayu, Jawa Barat. (Antara Foto/Dedhez Anggara/pras)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Selasa, 20 September 2022 | 20:15 WIB

Sariagri - SPV Penjualan PSO Wilayah Barat Pupuk Indonesia Agus Susanto, mengatakan PT Pupuk Indonesia akan memperketat penyaluran pupuk bersubsidi agar tidak disalahgunakan atau bisa tepat sasaran.

Agus mengatakan pengawasan distribusi pupuk bersubsidi tersebut, antara lain dengan memberikan stempel pada karung pupuk setiap keluar gudang.

"Di setiap gudang kami menerapkan barang keluar distempel, dengan stempel ini bisa menunjukkan bahwa di mana lokasi gudang dan distributor. Basisnya pengambilan untuk wilayah kecamatan sesuai wilayah kerjanya, menyiapkan tanda-tanda tertentu untuk dikirim ke wilayah tertentu," katanya.

Ia menyampaikan hal tersebut usai kegiatan Media Gathering PSO Wilayah Barat dilanjutkan kunjungan ke gudang pupuk lini 3 di Joho Kabupaten Temanggung.

Agus menuturkan mulai 8 Juli 2022 Pemerintah telah menarik subsidi untuk beberapa jenis pupuk, sedangkan pupuk yang masih mendapatkan subsidi dari pemerintah hanya dua jenis, yakni Urea dan NPK.

Ia menyebutkan, subsidi pupuk ini untuk sembilan komoditas pertanian, yakni tanaman padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah dan putih, kakao, tebu. dan kopi.

"Sedangkan untuk tanaman yang biasanya menggunakan pupuk ZA dan jenis pupuk lainnya, mulai bulan Juli 2022 sudah tidak mendapatkan subsidi lagi,"jelasnya.

Alokasi pupuk bersubsidi di Kabupaten Temanggung untuk jenis Urea sebanyak 23.703 ton setahun dan NPK sekitar 16.700 ton.

Sesuai dengan ketentuan dari Permendag nomor 15 tahun 2013, pihaknya menyiapkan stok pupuk di gudang minimal untuk dua minggu ke depan.

Oleh karena itu, katanya berdasarkan kebutuhan pupuk subsidi dalam satu tahun tersebut, dalam dua minggu harus disiapkan pupuk NPK sebanyak 1.600 ton dan urea sebanyak 1.100 ton.

Baca Juga: Penyaluran Pupuk Bersubsidi Akan Diperketat, Cek Harganya di Sini
Masuk Musim Tanam, Pupuk Indonesia Siapkan Stok Pupuk Subsidi 18.482 Ton di Wilayah Ini

Harga Pupuk Subsidi

Menurut dia pemerintah telah menerapkan harga eceran tertinggi untuk pupuk bersubsidi jenis NPK Rp2.300 per kilogram, sedangkan untuk Urea Rp2.250 per kilogram.

"Sedangkan untuk harga nonsubsidi, NPK berkisar Rp13.000 per kilogram dan pupuk Urea Rp10.000 per kilogram," katanya.

Ia menyebutkan serapan pupuk subsidi di Kabupaten Temanggung hingga bulan September 2022, untuk pupuk Urea dari alokasi 23.703 ton sudah terserap sekitar 11.800 ton dan pupuk NPK dari 16.700 ton, sudah terserap 8.500 ton,"pungkasnya.

Video Terkait