Malaysia Manfaatkan Nuklir untuk Pertanian, Indonesia Bagaimana?

Ilustrasi padi. (Foto: Unsplash)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Selasa, 20 September 2022 | 12:15 WIB

Direktur Jenderal Nuklir Malaysia, Dr Abdul Rahim Harun, mengatakan bahwa teknologi nuklir memiliki banyak peran di bidang pertanian, mulai dari meningkatkan pemuliaan tanaman hingga mengendalian hama, seperti dikutip The Star.

Misalnya, teknologi nuklir digunakan untuk berkontribusi pada penciptaan varietas padi IS21, kata Abdul Rahim dalam perayaan ulang tahun emas Nuklear Malaysia, pada Senin (19/9/2022).

Benih padi IS21 telah diperkenalkan kepada para petani Malaysia pada bulan November lalu oleh Perdana Menteri Datuk Seri Ismail Sabri YaakobPengembangan lebih lanjut, Malaysia menciptakan varietas padi IS22 yang kini menunggu sertifikasi dari Departemen Pertanian sebelum diizinkan ditanam di Malaysia.

Varietas IS22 diproduksi dengan menyinari varietas MR219 dengan sinar gamma untuk menginduksi mutasi dengan sifat yang diinginkan, seperti tahan kekeringan dan banjir.

Ia menambahkan, teknologi nuklir juga digunakan dalam teknik serangga steril (SIT) untuk menciptakan hama jantan mandul sebelum dilepaskan untuk kawin. Betina yang kawin dengan jantan mandul tersebut tidak akan menghasilkan keturunan, sehingga menyebabkan turunnya populasi hama dari waktu ke waktu.

Nuklir Malaysia selalu proaktif dalam memanfaatkan teknologi nuklir untuk pemuliaan tanaman agar dapat beradaptasi dengan kondisi iklim ekstrem, dan saya ingin mengucapkan selamat kepada lembaga tersebut atas berbagai pencapaiannya,” tambah Menteri Sains, Teknologi, dan Inovasi Malaysia, Datuk Seri. Dr Adham Baba.

Adham Baba berpendapat, ada kebutuhan besar untuk menghilangkan anggapan bahwa teknologi nuklir berbahaya.

Padahal, teknologi nuklir sangat berguna jika ditangani dengan baik. Untuk itu, perlu dijelaskan kepada Keluarga Malaysia dengan bahasa sederhana tentang peran nuklir yang berlipat ganda - tidak hanya di bidang pertanian - dalam pembangunan bangsa kita,” jelasnya.

Malaysia secara resmi memulai program tenaga nuklir pada bulan September 1972 dengan fokus pada pengembangan tenaga kerja program tenaga nuklir. Upaya itu dilakukan untuk menyediakan alternatif energi menyusul krisis minyak global pada awal 1970-an

Baca Juga: Malaysia Manfaatkan Nuklir untuk Pertanian, Indonesia Bagaimana?
Petani Negara Ini Dapatkan Manfaat dari Teknik Pertanian Padi Cina

Pada tahun 1990, badan tersebut dipindahkan ke bawah Kementerian Sains, Teknologi, dan Inovasi, yang dikenal sebagai Institut Penelitian Nuklir Malaysia sebelum berganti nama menjadi Nuklear Malaysia pada tahun 2006.

Sementara itu, di Indonesia, tenaga nuklir dengan memanfaatkan radiasi telah dimanfaatkan untuk pertanian. Salah satunya pada benih padi beras Sidenuk karya Badan Tenaga Nuklir (Batan).

Benih padi ini diberi radiasi nuklir untuk menghasilkan bibit yang masa tanamnya lebih cepat dan hasil yang maksimal.

Video Terkait