Panen Rusia Diperkirakan Meningkat, Harga Gandum Amerika Anjlok

Ilustrasi ladang gandum. (Foto: Unsplash)

Editor: Yoyok - Selasa, 20 September 2022 | 11:00 WIB

Sariagri - Harga gandum berjangka Chicago tergelincir, Senin (19/9) atau Selasa (20/9) pagi WIB, karena perkiraan peningkatan hasil panen Rusia yang akan bersaing dengan ekspor Amerika Serikat, yang sudah terbebani apresiasi dolar AS.

Kedelai berjangka didukung permintaan ekspor China, sementara jagung naik tipis setelah diperdagangkan dalam dua sisi karena ketidakpastian ekonomi yang lebih luas.

Harga gandum paling aktif di Chicago Board of Trade (CBOT) ditutup anjlok 29,25 dolar AS menjadi 830,50 dolar AS per bushel.

Sedangkan harga kedelai berjangka CBOT bertambah 12,75 dolar AS menjadi berakhir di posisi 1.461,25 dolar AS per bushel, sementara jagung naik 1 dolar AS menjadi 678,25 ASper bushel.

Konsultan Rusia IKAR menaikkan perkiraan panen gandum Rusia periode 2022 sekitar 2 juta ton, mencatat eksportir gandum terbesar di dunia itu akan memiliki 47,5 juta ton yang tersedia untuk pengiriman pada tahun pemasaran 2022/2023.

"Kita melihat produksi yang lebih besar dari Rusia," kata Ed Duggan, analis Top Third Ag Marketing. 

"Apa yang akan membuat komoditas kita sangat menarik di pasar dunia? Tidak dengan dolar yang tinggi."

Ekuitas dan minyak mentah turun, sementara dolar menguat menjelang pertemuan bank sentral di Amerika Serikat dan di tempat lain yang dapat menyebabkan suku bunga lebih tinggi secara global.

Pengiriman ekspor gandum Ukraina yang berlanjut ke pasar dunia juga membebani sentimen.

Sekitar 165 kapal yang membawa 3,7 juta ton produk pertanian meninggalkan Ukraina di jalur pelayaran yang aman. Kapal lain yang disewa Program Pangan Dunia PBB meninggalkan Ukraina dengan membawa sekitar 30.000 ton gandum ke Ethiopia.

Harga kedelai menguat karena eksportir Amerika menjual 136.000 ton biji minyak ke China, menurut Departemen Pertanian AS ( USDA ).

Baca Juga: Panen Rusia Diperkirakan Meningkat, Harga Gandum Amerika Anjlok
Cuaca Panas dan Kering Landa Amerika , Produksi Jagung Terancam Turun

"Kedelai melesat karena permintaan baru hari ini," kata Jack Scoville, analis The Price Futures Group.

"Kita semakin dekat dengan panen, sehingga akan membebani banyak hal."

Eksportir AS menyiapkan 518.743 ton kedelai untuk pengiriman pada pekan yang berakhir hingga 15 September, melambung 51,81 persen dari minggu sebelumnya, kata USDA , dan sejalan dengan ekspektasi analis.

Inspeksi jagung 549.354 ton tercatat melonjak 15,8 persen dibandingkan minggu sebelumnya, sementara inspeksi gandum 790.145 ton naik 4,27 persen, keduanya sejalan dengan prediksi analis.

Video Terkait