Mentan Berterima Kasih dengan KTNA yang Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

Mentan Syahrul Yasin Limpo berterima kasih dengan KTNA. (Sariagri/Arief L)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 19 September 2022 | 14:30 WIB

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengungkapkan rasa terima kasih kepada Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) yang sudah berkerja keras dan menjalin kerjasama dengan semua stake holder dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Penegasan itu disampaikan dalam pidato Mentan seusai mendapat anugerahi tanda kehormatan berupa pin emas lencana utama Adi Bhakti Tani oleh Ketua KTNA HM Yadi Sofyan Noor di Balai Kota Among Tani, Batu, Jawa Timur.

Menurut Ketua KTNA HM Yadi Sofyan Noor, Mentan memiliki pengabdian dan kesetiaan dalam membina, memotivasi semangat dan tanggung jawab serta kemandirian petani dalam meningkatkan sumber daya manusia.

“Mentan memiliki komitmen dalam membangun sistem usaha agribisnis dan pemberdayaan petani milenial. Dukungan fasilitas prasarana dan sarana pertanian yang diberikan Mentan juga mampu mempercepat dan meningkatkan produksi pangan sehingga tercapainya swasembada beras,” tutur Ketua KTNA,  HM Yadi Sofyan Noor kepada Sariagri.

Dalam pidato sambutannya Mentan mengungkapkan rasa haru, bangga dan rasa terima kasihnya kepada seluruh petani di Indonesia. Menurutnya, pin emas ini merupakan akumulasi dari kerja kolektif semua pihak di saat kondisi pertanian dunia sedang tidak baik-baik.

"Rembug KTNA hari ini bukan rembug biasa-biasa saja. Ini rembug yang luar biasa. Apa maksudnya ini bapak ibu?. Karena kondisi pertanian kita sedang menghadapi berbagai ancaman. Covid belum usai, perubahan iklim, perang Rusia-Ukraina," kata Mentan.

Namun demikian, lanjut Mentan, ancaman tersebut mampu dijawab dengan beragam capaian postif sektor pertanian. Bahkan, ekspor sektor pertanian terus mengalami kenaikan. Pada tahun 2019, nilai ekspor sektor pertanian mencapai Rp390,16 triliun. Pada tahun 2020, naik menjadi Rp451,77 triliun dan di tahun 2021 naik lagi menjadi Rp625,04 triliun.

"Komitmen hari ini harus ada sesuatu yang kuat. Rembug KTNA sekarang harus bisa merekomendasikan dan ada action plan bahwa tahun depan harus ada yang swasembada selain beras, jagung juga kita harus swasembada," terang Mentan Syahrul.

Baca Juga: Mentan Berterima Kasih dengan KTNA yang Mendukung Ketahanan Pangan Nasional
Antisipasi Krisis Pangan, Mentan Ajak Alumni SPP Hidupkan Pertanian

Seperti diketahui, pada 14 Agustus 2022, Indonesia mendapatkan penghargaan Certificate of Aknowledgement dari International Rice Research Institute (IRRI). Sertifikat itu diberikan atas keberhasilan Indonesia dalam swasembada beras pada tahun 2019-2021.

IRRI menilai Indonesia telah berhasil mencapai swasembada beras karena sukses membangun sistem pertanian dan pangan, serta mengimplementasikan teknologi dan inovasi beras.