Imbas Invasi Rusia, Ladang Gandum Ukraina Turun 30 Persen

Ukraina penyumbang gandum terbesar di dunia (PAVLO PAKHOMENKO/NURPHOTO)

Editor: Dera - Jumat, 16 September 2022 | 17:00 WIB

Sariagri - Ukraina memproyeksikan bahwa area penanaman biji-bijian di negara tersebut berkurang setidaknya 30 persen selama panen 2022-2023. Pengurangan areal gandum sebagian besar disebabkan oleh kenaikan harga benih dan bahan bakar, kata Dewan Agraria Ukraina.

Mengutip Reuters, beberapa daerah di Ukraina masih dikepung oleh pasukan militer Rusia saat ini, yang menginvasi Ukraina sejak akhir Februari. Kementerian Pertanian Ukraina baru-baru ini memperkirakan bahwa penanaman gandum musim dingin dapat menurun dari 4,6 juta hektare pada musim 2021-2022 menjadi 3,8 juta hektare pada tahun ini.

Ukraina, produsen dan pengekspor gandum dan jagung terkemuka di dunia, mengalami penurunan produksi dan ekspor secara signifikan sejak invasi Rusia. Pada awal September 2022, Presiden Rusia Vladimir Putin Putin mengancam akan membatasi ekspor gandum Ukraina ke negara-negara Eropa.

Ia menuduh negara Eropa bertindak "seperti kolonial" karena menggunakan angka-angka menyesatkan untuk mengklaim bahwa negara-negara berkembang menerima sebagian kecil ekspor gandum. Ekspor gandum yang dimaksud adalah yang dilakukan di bawah perjanjian Ukraina-Rusia dan ditengahi PBB.

Dalam sambutannya selama pidato pembukaannya di Forum Ekonomi Timur di Vladivostok, Putin mengutip angka-angka dari PBB saat ini tidak akurat. Putin juga mengatakan dia akan membahas amandemen kesepakatan untuk membatasi ekspor biji-bijian dan bahan makanan lainnya ke negara-negara Eropa.

Baca Juga: Imbas Invasi Rusia, Ladang Gandum Ukraina Turun 30 Persen
Bukan Ukraina, Ternyata Ini 5 Negara Penghasil Gandum Terbesar di Dunia

"Hanya 3 persen dari biji-bijian yang diekspor dari Ukraina ke negara-negara berkembang, mayoritas ke Eropa selama beberapa dekade terakhir negara-negara Eropa bertindak seperti kolonial, mereka terus bertindak seperti itu hari ini," ujar Putin. 

Di antara negara-negara yang diklasifikasikan oleh Bank Dunia sebagai menengah ke bawah, PBB mengatakan bahwa 10 persen dari ekspor gandum telah dikirim ke Mesir, 5 persen ke Iran, 4 persen ke India, 3 persen ke Sudan, 2 persen ke Yaman, 2 persen ke Kenya, 1 persen ke Somalia, 1 persen ke Djibouti, dan kurang dari 1 persen ke Lebanon.

 

Video Terkait