Harga Komoditas Biji-bijian Berguguran, Gandum Terseret Aksi Ambil Untung

Ilustrasi ladang gandum. (Foto: Unsplash)

Editor: Yoyok - Jumat, 16 September 2022 | 10:00 WIB

Sariagri - Harga komoditas biji-bijian berjangka Amerika Serikat (AS) berguguran pada Kamis (15/9) atau Jumat (16/9) pagi WIB karena pelaku pasar melakukan aksi ambil untung (profit taking). 

Sejumlah analis mengatakan aksi jual berbasis luas itu menambah tekanan pada harga ketika trader mengurangi risiko di tengah meningkatnya peringatan akan perlambatan ekonomi global. "Kekhawatiran inflasi dan resesi menghantui semua pasar hari ini," kata CHS Hedging.

Harga gandum berjangka Chicago Board of Trade (CBOT) yang paling aktif ditutup anjlok 27,25 dolar AS menjadi 845 dolar AS per bushel. Pasar sebelumnya mencapai level tertinggi sejak 11 Juli di 884,75 dolar AS.

“Kesepakatan tentatif untuk menghindari aksi mogok pekerja kereta api AS membebani gandum berjangka,” kata Matt Wiegand, analis FuturesOne.

Sebelum kesepakatan itu, beberapa trader berpikir penghentian operasional kereta api dapat meningkatkan permintaan di kawasan Plains AS bagi gandum yang diproduksi secara lokal untuk pakan ternak, karena kereta api tidak akan dapat mengangkut jagung untuk pakan, kata Wiegand.

"Hal terbesarnya adalah gandum hari ini, dengan aksi mogok pekerja kereta api dihindari," ujar dia.

Di pasar lain, harga jagung berjangka CBOT ditutup 4,75 dolar AS sen, lebih rendah menjadi 677,50 dolar AS per bushel, sementara kedelai menyusut 3,50 dolar AS menjadi 1.451,50 dolar AS per bushel.

“Akselerasi panen AS tergantung pada pasar jagung dan kedelai, dengan cuaca hangat dan kering menguntungkan fieldwork dan akhir dari pengembangan tanaman,” kata trader.

Departemen Pertanian Amerika (USDA) merilis data penjualan ekspor mingguan, setelah menangguhkan laporan tersebut karena masalah dengan sistem pelaporan terbaru.

Baca Juga: Harga Komoditas Biji-bijian Berguguran, Gandum Terseret Aksi Ambil Untung
Panen Turun dan Pekerja Kereta Mogok Bikin Harga Kedelai dan Jagung Anjlok

Kedelai Argentina menghambat bisnis ekspor AS bulan ini setelah Buenos Aires mendorong penjualan kedelai melalui nilai tukar mata uang yang menguntungkan.

“Penjualan petani Argentina, bersama dengan penjualan komoditas secara luas, akan menjadi hambatan bagi reli kedelai CBOT,” kata CHS Hedging. 

Para ahli menyebut Argentina juga menderita kekeringan yang menghambat penanaman jagung.

Video Terkait