Menteri PUPR Tantang Para Insinyur Kembangkan Food Estate

Food estate berbasis hortikultura di Sumatera Utara yang berlokasi di Desa Ria-Ria, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan. (Kementan)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 14 September 2022 | 12:45 WIB

Sariagri - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengapresiasi PII atas inisiasinya dalam mempersiapkan Engineering 20 (E20) sebagai peran aktif keterlibatan insinyur pada KTT G20.

Menteri Basuki mengharapkan PII bisa berkontribusi pada pembanguan infrastruktur untuk menjaga ketahanan pangan ditengah ancaman krisis yang dialami negara lainnya.

"E20 akan menjadi platform untuk kolaborasi para insinyur yang akan berkontribusi secara efektif untuk menghadapi tantangan dan masalah ekonomi, lingkungan, dan perawatan kesehatan," ungkap Menteri Basuki.

Menteri Basuki pun berharap kegiatan yang menghadirkan berbagai speaker internasional yang ahli di bidangnya ini berfokus pada tema mengenai ketahanan pangan dan memberi makan 10 Miliar orang pada tahun 2050.

Selain itu dengan adanya E20 ini, para insinyur Indonesia dapat memberikan kontribusi solusi yang signifikan dalam pengembangan food estate yang lebih layak di tahun-tahun mendatang.

“Saya percaya PII akan dapat mengambil peran kepemimpinan dan berkolaborasi dengan pemangku kepentingan untuk menemukan solusi yang efektif,” jelas Menteri Basuki.

Baca Juga: Menteri PUPR Tantang Para Insinyur Kembangkan Food Estate
Guru Besar IPB: Food Estate Penuhi Kebutuhan Jangka Panjang

Sementara itu, Ketua PII Danis Sumadilaga menambahkan tujuan adanya acara tersebut diharapkan mampu menyinggung banyak hal tentang food security, dimana ke depan Indonesia bisa menjamin masalah ketersediaan pangan bagi masyarakat Indonesia maupun dunia pada tahun 2050 yang jumlahnya diperkirakan 10 milyar orang.

"Upaya-upaya yang perlu kita lakukan dalam rangka menjamin ketersediaan pangan tersebut,” pungkas Ketua PII Danis Sumadilaga.