Harga Kedelai Naik ke Level Tertinggi Juni, Efek AS Pangkas Prospek Panen

Ilustrasi kacang kedelai. (Foto: Pixabay)

Editor: Yoyok - Selasa, 13 September 2022 | 10:00 WIB

Sariagri - Harga kedelai melejit ke tertinggi sejak Juni dan ditutup mendekati level tertinggi pada Senin (12/9) atau Selasa (13/9) pagi WIB setelah pemerintah Amerika Serikat (AS) melakukan pemotongan lebih besar dari perkiraan untuk estimasi panen domestiknya.

Jagung berjangka juga menyentuh harga tertinggi dalam lebih dari dua bulan menyusul penurunan prospek produksi dari Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA).

Kementerian tersebut, dalam laporan bulanan, mematok panen kedelai Amerika sebesar 4,378 miliar bushel, di bawah perkiraan analis 4,496 miliar. Pada Agustus, USDA memperkirakan panen mencapai 4,531 miliar bushel.

"Kedelai mengejutkan perdagangan," kata Don Roose, Presiden US Commodities yang berbasis di Iowa.

Reuters melaporkan harga kontrak kedelai berjangka Chicago Board of Trade (CBOT) yang paling aktif ditutup melambung 76 dolar AS menjadi 1.488,25 dolar AS per bushel dan menyentuh harga tertinggi sejak 30 Juni di 1.490,25 dolar AS.

Sementara, jagung berjangka CBOT ditutup menguat 11 dolar AS menjadi 696 dolar AS per bushel dan mencapai harga tertinggi sejak 27 Juni.

Sedangkan gandum berjangka CBOT berakhir lebih rendah setelah mencapai posisi tertinggi dua bulan. Kontrak yang paling aktif ditutup merosot 10,75 dolar AS menjadi 858,75 dolar AS per bushel.

Petani Amerika kemungkinan akan memanen 13,944 miliar bushel jagung, dengan hasil rata-rata 172,5 bushel per acre, ungkap USDA . Analis memperkirakan 14,088 miliar bushel dengan hasil 172,5 bushel per acre.

USDA juga memangkas prospek untuk stok akhir jagung Amerika periode 2022/23 ke level terendah 10 tahun di 1,219 miliar bushel, dari 1,388 miliar. Stok kedelai terlihat pada level terendah tujuh tahun, 200 juta bushel.

Baca Juga: Harga Kedelai Naik ke Level Tertinggi Juni, Efek AS Pangkas Prospek Panen
Ancaman Putin Dikhawatirkan Pasar, Harga Gandum dan Jagung Anjlok

Setelah penutupan perdagangan, USDA , dalam laporan mingguan terpisah, menurunkan rating kondisi baik-sangat baik untuk tanaman jagung dan kedelai. Analis, rata-rata, memperkirakan rating yang stabil. USDA tersebut juga mengatakan 5 persen dari jagung nasional dipanen, di atas perkiraan analis sebesar 4 persen.

"Saya pikir banyak orang, memasuki masa panen, sekarang berpikir ada insentif yang kuat untuk menyimpan biji-bijian mereka karena mereka pikir akan ada reli bullish tahun depan," kata Bob Utterback, Presiden Utterback Marketing.

Video Terkait