Tingkatkan Pertanian, Ini Alat Canggih yang Bakal Dikembangkan Filipina

Ilustrasi pertanian. (pixabay)

Editor: Dera - Kamis, 8 September 2022 | 21:00 WIB

Departemen Sains dan Teknologi-Dewan Filipina untuk Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Perairan, dan Sumber Daya Alam (DOST-PCAARRD) telah mendanai pengembangan alat Combine Harvester yang diproduksi secara lokal untuk meningkatkan produktivitas petani Filipina.

Alat tersebut mudah dipasang dan dilepas dari unit traktor tangan sehingga dapat memaksimalkan pemanfaatan traktor tangan yang merupakan peralatan umum bagi para petani padi di Filipina.

Menurut DOST, pertanian merupakan salah satu sektor yang menghadapi banyak tantangan, termasuk karena kurangnya mesin yang sesuai dengan pengaturan pertanian lokal.

Data terakhir menunjukkan bahwa hanya 2,2 persen lahan pertanian yang memiliki peralatan panen yang sepenuhnya mekanis di Filipina,” terang DOST, seperti dikutip Manila Bulletin.

Para petani membutuhkan waktu 16-25 hari untuk menyelesaikan waktu panen di lahan seluas satu hektare. Dalam kebanyakan kasus, hal itu mengakibatkan kerugian produksi yang tinggi karena proses panen yang tidak efisien.

Ilustrasi Rice Combine Harvester. (ispweb.pcaarrd.dost.gov.ph)
Ilustrasi Rice Combine Harvester. (ispweb.pcaarrd.dost.gov.ph)

Rice Combine Harvester Tingkatkan Pendapatan Petani

Dalam Laporan DOST baru-baru ini, Direktur Cabang PhilRice Agusan, Dr. Caesar Joventino M. Tado, mengatakan bahwa alat Rice Combine Harvester mampu mengatasi kekurangan tenaga kerja pertanian, memberikan peningkatan pendapatan kepada petani, serta meningkatkan produktivitas dan membantu upaya negara untuk mencapai ketahanan pangan.

Mesin pemanen beras yang diproduksi dan dirancang secara lokal tersebut menggabungkan operasi menuai, membersihkan, perontokan, dan mengantongi. Hal itu memberikan solusi yang tepat untuk masalah yang menimpa produksi beras di dalam negeri yaitu kurangnya alat dan peralatan yang sesuai dengan kondisi pertanian setempat.

Dibandingkan dengan combine harvester impor yang ada di pasaran, RCH (Rice Combine Harvester) berukuran lebih kecil, dengan lebar pemanen 1,3 meter yang sesuai dengan sebagian besar kondisi lapangan di tanah air. Pemanen gabungan yang lebih besar dan impor tidak bisa beroperasi di beberapa sawah di dalam negeri,” terang Tado.

Tado menyebut pemanen gabungan impor biasanya berharga sekitar P1M hingga P1,5M peso (sekitar Rp261-391 juta), sementara Rice Combine Harvester yang didanai DOST-PCAARRD memiliki perkiraan biaya sekitar P750,000 (sekitar Rp195 juta).

Baca Juga: Tingkatkan Pertanian, Ini Alat Canggih yang Bakal Dikembangkan Filipina
Ambisi Malaysia Majukan Pertanian Lokal dengan Inovasi Teknologi

Salah satu masalah paling umum dari mesin kami adalah layanan purna jual karena sebagian besar suku cadang diimpor. Tapi karena Rice Combine Harvester ini buatan lokal, kami akan lebih mudah waktu dan proses untuk layanan purna jualnya, terutama untuk perbaikan dan perawatan,” tambahnya.

Mengingat rata-rata petani Filipina berusia sekitar 57-58 tahun, alat Rice Combine Harvester akan mempermudah kegiatan panen dan memberikan waktu bagi mereka untuk mencari sumber pendapatan lain.

Video Terkait