Pakistan dan Cina Alami Kerugian Panen Beras, Negara Ini Jadi Tumpuan

Ilustrasi padi. (Foto: Unsplash)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 8 September 2022 | 16:30 WIB

Pasokan beras yang melimpah dari India diharapkan mampu mengimbangi penurunan produksi akibat banjir di Pakistan dan gelombang panas yang parah di Cina. Hal itu akan membatasi kenaikan harga dari permintaan Asia yang stabil, seperti dilansir Reuters.

Pakistan, pengekspor beras terbesar keempat di dunia, mengalami kerusakan parah pada sektor pertanian karena banjir merusak sebagian besar lahan. Sementara suhu yang sangat tinggi di beberapa wilayah Cina pada akhir Agustus telah menurunkan produksi beras di negara itu.

Namun, stok beras global masih cukup aman dan prospek panen India yang membaik akan mengatasi kekhawatiran pasokan dan membatasi kenaikan harga, walaupun terjadi penguatan permintaan dari Bangladesh.

Pakistan diperkirakan kehilangan sekitar 10% dari target produksi beras 2022, sementara belum ada angka pasti terkait kehilangan hasil panen yang dialami Cina.

Harga pangan telah melonjak di pasar-pasar di seluruh Pakistan karena hujan lebat merusak tanaman dan mengganggu pasokan. Kondisi itu menjadi tanda awal bagaimana banjir terburuk dalam beberapa dasawarsa menciptakan kekurangan pangan ditengah krisis keuangan.

Hasil panen beras Pakistan benar-benar bagus selama beberapa musim terakhir. Meskipun kerugian produksi jelas buruk, peningkatan produksi selama musim terakhir memberikan sedikit kelonggaran,” ujar kata Peter Clubb, seorang analis pasar di International Grains Council.

Menteri Pertanian Cina, Tang Renjian, menyatakan keprihatinannya karena suhu tinggi dan kekeringan telah memukul produksi beras di provinsi Jiangsu dan Anhui.

Terlalu dini untuk mengatakan dengan tepat seberapa buruk hasil (di Cina). Secara umum, stok di Cina masih sangat banyak,” tambah Clubb.

Pasokan Beras di Asia

Hujan monsun yang sempat tertunda di beberapa wilayah di India telah membaik selama beberapa minggu terakhir. Kondisi itu meningkatkan harapan membaiknya hasil panen di negara pemasok beras terbesar di dunia tersebut.

India sebelumnya telah mengkaji kebutuhan untuk membatasi ekspor beras pecah 100%, yang utamanya digunakan untuk tujuan pakan. Akan tetapi, peningkatan curah hujan di daerah penanaman padi India disebut telah mengakhiri diskusi tentang pembatasan ekspor.

Permintaan yang kuat dari Bangladesh telah menahan turunnya harga beras dalam beberapa pekan terakhir. Negara itu berencana mengimpor sekitar 1,2 juta ton beras selama beberapa bulan ke depan untuk menopang cadangan dan mendinginkan harga domestik yang tinggi.

Baca Juga: Pakistan dan Cina Alami Kerugian Panen Beras, Negara Ini Jadi Tumpuan
Cina Selatan Masuk ke Periode Pertanian Padi Kritis

Seorang pejabat senior Kementerian Pangan Bangladesh mengatakan bahwa negaranya membeli 530.000 ton beras dari India, Vietnam, dan Myanmar melalui kesepakatan antar pemerintah.

Thailand dan Vietnam, yang merupakan eksportir beras terbesar kedua dan ketiga di dunia, telah sepakat untuk bekerja sama dalam menaikkan harga. Hal itu menjadi sebuah langkah yang bertujuan untuk meningkatkan pengaruh di pasar global dan meningkatkan pendapatan petani.

Video Terkait