Daerah Ini Revitalisasi Lahan 50 Hektare untuk Petani Tanam Padi

Sawah pertanian (pixabay/Bishnu Sarangi)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 2 September 2022 | 20:30 WIB

Sariagri - Pemerintah Daerah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, segera merevitalisasi lahan pertanian seluas 50 hektare agar petani dapat kembali menanam padi serta untuk mendukung realisasi target pemerintah dalam surplus beras.

Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi, mengatakan lahan pertanian seluas 50 hektare itu terletak di Desa Moa, Kecamatan Kulawi Selatan, yang saat ini tidak dapat diolah oleh petani di wilayah untuk menanam padi.

"Salah satu faktor penyebabnya karena minimnya ketersediaan air, maka revitalisasi dan penyediaan sarana berupa air harus dilakukan," ungkapnya.

Samuel saat meninjau langsung lahan tersebut bersama petani di Desa Moa mengatakan petani tidak lagi menanam padi di lahan 50 hektare tersebut, karena kesulitan air yang disebabkan oleh rusaknya irigasi.

Untuk menuju ke lokasi, Samuel menempuh perjalanan selama 15 menit dari pekampungan di Desa Moa, kemudian melanjutkan perjalanan kaki melewati jalan setapak sejauh empat jam.

"Lokasi persawahan tersebut merupakan lokasi persawahan masyarakat, namun telah lama tidak bisa difungsikan, sebab terjadi kerusakan pada saluran irigasi, sehingga petani tidak bisa lagi menanam padi," katanya.

Oleh karena itu, Pemkab Sigi akan mengoptimalkan kembali lahan persawahan tersebut dengan cepat, sehingga dapat menjadi salah satu penunjang dalam peningkatan ekonomi masyarakat, dan menjaga ketersediaan beras bagi masyarakat Sigi khususnya di Kecamatan Kulawi Selatan.

"Kami akan segera meminta OPD terkait untuk mengecek dan memastikan posisi lahan tersebut tidak berada di dalam Kawasan Taman Nasional Lore Lindu, sehingga proses perencanaan optimalisasi lahan persawahan tersebut dapat segera dilaksanakan," katanya.

Data Dinas Pertanian Sigi mencatat produksi padi di Kabupaten Sigi pada 2018 mencapai 145.000 ton gabah kering. Namun, pada 2021, produksi turun hanya sebanyak 93.143 ton.

"Tahun 2018 sebelum bencana gempa dan likuifaksi mengguncang kita produksi 145.000 ton, cukup besar. Tetapi pasca gempa dan likuifaksi, terjadi penurunan produksi," sebut Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Sigi Rahmad Iqbal Nurkhalis.

Dari produksi gabah kering padi sebanyak 93.143 ton, jika dikonversi ke beras, maka menghasilkan sekitar 56.000 ton beras. Dengan ketersediaan beras tersebut, bila disandingkan dengan kebutuhan konsumsi masyarakat Kabupaten Sigi yang berjumlah 247.000 jiwa, maka per tahun membutuhkan 29.000 ton lebih.

Baca Juga: Daerah Ini Revitalisasi Lahan 50 Hektare untuk Petani Tanam Padi
Petani Desa Rippung Menjerit, Ratusan Sawah Siap Panen Disapu Banjir

Dengan demikian, lanjut Rahmad, produksi padi untuk beras di Kabupaten Sigi masih tercatat surplus, meski dari sebelum bencana pada 2018, ke pasca bencana mulai terjadi penurunan produksi padi.

"Hal ini menjadi satu bukti potensi produk pertanian di Kabupaten Sigi yang sangat melimpah, sehingga pemerintah akan terus melakukan inovasi pengembangan produk-produk pertanian, untuk menuju Kabupaten Sigi berdaya saing berbasis agribisnis," ujarnya.

Video Terkait