4 Tantangan Petani Kembangkan Sorgum Menurut Akademisi

Ilustrasi Ladang Tanaman Sorgum (Pixabay)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Reza P - Jumat, 2 September 2022 | 19:00 WIB

Sariagri - Demi menghadapai tantangan krisis pangan dunia, Kementerian Pertanian (Kementan) tengah menggencarkan pengembangan sorgum dari hulu hingga hilir. Tak hanya itu, pengembangan sorgum juga bertujuan untuk memperkuat bahan pangan alternatif bagi Indonesia.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Suwandi, mengatakan tanaman sorgum tidak hanya sebagai pangan alternatif pengganti beras tapi juga sebagai bahan pakan dan bahkan dapat menghasilkan bioetanol. Ia juga sorgum merupakan tanaman sehat, mudah dibudidayakan, rendah biaya produksi dan sangat bermanfaat untuk kesehatan. Sorgum juga memiliki manfaat yang tidak kalah saing dengan padi, jagung dan kedelai.

"Sorgum dibudidayakan di Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Hampir seluruh bagian tanaman sorgum, seperti biji, tangkai biji, daun, batang dan akar, dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri. Mulai menjadi makanan seperti sirup, gula, kerajinan tangan, pati, biomas, bioetanol dan tepung pengganti terigu dan lainnya," kata Suwandi di Jakarta, Jumat (2/9/2022).

Suwandi menyatakan bahwa hal menarik dari sorgum adalah tidak ada kandungan gluten seperti gandum. Sorgum kaya kandungan niasin, thiamin, vitamin B6, juga zat besi, dan mangan.

Secara terpisah, Guru besar Fakultas Pertanian Unsoed, Prof Ir Totok Agung mengatakan bahwa sorgum adalah salah satu alternatif sumber karbohidrat yang bisa ditanam di lahan-lahan kering. Sorgum juga termasuk tanaman biji-bijian yang toleran dengan kekeringan, bahkan lebih tahan kekeringan dibandgkingan jagung.

"Sebagai bahan untuk menghasilkan produksi pangan punya potensi cukup besar untuk subtitusi kebutuhan gandum yang tinggi. sorgum bisa dikembangkan di daerah-daerah tropis dan nanti dari produk sorgum ini bisa menjadi subtitusi untuk menghasilkan bahan-bahan pangan yang menggunakan gandum," ujar Totok kepada Sariagri beberapa waktu lalu.

4 Tantangan Petani Kembangkan Sorgum

Kendati bisa dikembangkan, Totok mengatakan ada sejumlah tantangan petani dalam mengembangkan sorgum. Tantangan pertama adalah ketersediaan benih.

"Nah ketersediaan benih itu menjadi tahap awal yang paling penting. Apakah kita bisa menyiapkan benih sesuai kebutuhan?" ucapnya.

Kedua, dalam pengembangan sorgum diperlukan sosialisasi yang mendalam ke petani. Namun, menurutnya cara ini tidak terlalu sulit, berbeda dengan tantangan yang pertama.

"Kita punya banyak pasukan untuk sosialisasi, misalkan menggunakan penyuluh, baik dari pemerintah maupun swadaya," terangnya.

Ketiga, Totok menegaskan untuk pengembangan sorgum diperlukan kebijakan daerah yang dapat memfasilitasi petani. Fasilitas yang dimaksud adalah pendampingan dan promosi, serta penyediaan pupuk dan sarana produksi lainnya.

Baca Juga: 4 Tantangan Petani Kembangkan Sorgum Menurut Akademisi
IPB University Kembangkan Varietas Sorgum untuk Atasi Masalah Gizi

Tantangan terakhir petani untuk kembangkan sorgum adalah hasil panen bisa terserap. Menurutnya, industri yang menggunakan bahan baku gandum wajib diajak kerjasama dengan pemerintah untuk memastikan bahwa sorgum yang ditanam petani itu bisa ditampung seluruhnya.

"Kalau ini yang terkahir sudah bisa disiapkan, menggerakan petani untuk menanam itu bukan sesuatu yang sulit. Setahu saya produk pangan apapun selama pasarnya sudah tersedia itu petani akan mudah untuk memproduksinya,"

Video Terkait