Jurus Jitu Cina Menyelamatkan Pertanian dari Hantaman Gelombang Panas

lustrasi lahan pertanian di Anhui, Cina. (Pixabay)

Editor: Dera - Sabtu, 27 Agustus 2022 | 14:00 WIB

Provinsi Anhui di Cina timur telah menerapkan beberapa upaya untuk mengurangi dampak kekeringan yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman di wilayah pertanian utama tersebut. Upaya itu meliputi penggalian sumur, pengalihan air, dan pembuatan hujan buatan, sebagaimana dilaporkan Xinhua.

Seorang petani dari Kabupaten Shouxian di Anhui, Cheng Mingchuan, mengatakan bahwa dia telah mengundang tim pengeboran sumur untuk membantu menggali sumur irigasi di sebelah sawahnya.

Saya berencana menggali sumur dengan kedalaman 60 hingga 70 meter, yang memakan waktu sekitar dua hari, kata Cheng, seperti dikutip Xinhua.

Bersama saudaranya, Cheng memiliki lebih dari 20 mu (sekitar 1,33 hektare) lahan pertanian. Dua bersaudara itu mengandalkan sumur untuk menyirami padi mereka, yang saat ini sedang dalam tahap booting.

Temperatur tinggi yang terus-menerus dan curah hujan yang rendah telah mengeringkan sawah lokal hingga tingkat yang berbeda-beda. Menurut departemen sumber daya air provinsi, dari 1 Mei hingga 22 Agustus, curah hujan rata-rata di provinsi itu hanya 360 milimeter, sekitar 60 persen dari tahun-tahun normal.

Gelombang Panas Ancam Pertanian Cina

Guna menghadapi kekeringan, pemerintah daerah dan masyarakat desa telah melakukan upaya bersama untuk meminimalkan kerugian akibat bencana tersebut.

Kami telah mengebor 15 sumur di desa kami dan tiga lagi masih dalam pembangunan. Keluaran air dari setiap sumur dalam 24 jam dapat menjamin irigasi sekitar 10 mu (0,67 hektare) tanah, kata pejabat Desa Weigang di Kabupaten Shouxian, Jiang Jian.

Lebih dari 26.100 sumur, baik baru maupun lama, telah dibor atau digunakan kembali untuk memerangi kekeringan di seluruh Provinsi Anhui. Dana sebesar 751 juta yuan (sekitar Rp1,6 triliun) dianggarkan untuk mengairi lahan pertanian seluas lebih dari 87,6 juta mu (5,8 juta hektare).

Cuaca terik dan curah hujan yang langka juga menurunkan permukaan air Sungai Yangtze, yang mengalir melalui Anhui. Kotapraja Laozhou, basis penanaman sayuran penting di Kota Tongling di Anhui, terletak di sebuah pulau di Yangtze. Ketinggian air sungai terus surut di bagian Tongling sejak awal musim panas ini.

Ketinggian air sekitar 4 meter lebih rendah dari tahun-tahun sebelumnya. Kami perlu menurunkan pompa terus-menerus untuk mengambil air dari sungai untuk irigasi,” ujar Kepala Stasiun Pompa di Kotapraja Laozhou, Pan Heping.

Seorang petani di Kotapraja Laozhou, Hong Xiang, mengaku terbantu dengan upaya tersebut karena mengurangi kerugiannya akibat kekeringan.

Pulau ini sebagian besar terbuat dari tanah berpasir sehingga menanam sayuran di sini menghabiskan banyak air. Untungnya, kotapraja telah mengatur untuk mengalihkan air dari sungai ke parit, yang memungkinkan kami menyirami sayuran dengan mudah, kata Hong.

Observatorium nasional Cina terus mengeluarkan peringatan oranye kekeringan pada hari Kamis (25/8) karena gelombang panas terus berlanjut di beberapa wilayah.

Baca Juga: Jurus Jitu Cina Menyelamatkan Pertanian dari Hantaman Gelombang Panas
Darurat Kekeringan, Cina Bikin Hujan Buatan untuk Selamatkan Hasil Panen

Pusat Meteorologi Nasional menyebut curah hujan sedang hingga lebat diperkirakan akan mengurangi kekeringan di beberapa bagian Henan, Anhui, Jiangsu, Zhejiang, Fujian, dan Sichuan selama tiga hari ke depan.

Pusat Meteorologi juga menyarankan pihak berwenang lokal untuk menggunakan sumber air darurat dan mengirimkan sumber air yang tersedia di wilayah mereka untuk memastikan pasokan air, terutama untuk penduduk perkotaan dan pedesaan. Lembaga itu juga menyarankan peningkatan konservasi air secara ketat dan menciptakan hujan buatan bila diperlukan.