Jadi Sumber Pangan Masa Depan, Ini Target Besar Industri Sorgum Indonesia

Ilustrasi tanaman sorgum (Wikimedia)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Dera - Kamis, 25 Agustus 2022 | 15:40 WIB

Sariagri - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa pemerintah akan mengembangkan sorgum di dalam negeri untuk kepentingan industri makanan dan minuman berbasis sorgum.

"Kita mencoba mencari substitusi untuk menggunakan sorgum, sudah kita pelajari. Hasil rapat dengan Presiden Jokowi juga pemerintah berencana akan investasi baru khususnya membangun industri makanan dan minuman berbasis sorgum," ungkap Agus dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, Senin (22/8/2022).

Menteri Agus menjelaskan ada sejumlah perbedaan antara sorgum dan gandum, di antaranya sorgum dapat diratun atau dapat menghasilkan anakan baru setelah tanaman pertama dipanen. Sementara gandum tidak bisa.

Selain itu, sorgum memiliki fase panen yang lebih pendek dengan sistem ratun. Sehingga sorgum dapat meningkatkan eifsiensi pada petani sorgum. Oleh karenanya, jika dikembangkan di Indonesia, maka berpotensi mendorong produksi olahan makanan dan minuman.

Target Kemenperin Kembangkan Sorgum di Indonesia

Secara terpisah, Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika mengatakan hingga kini produksi sorgum belum banyak, sehingga industri belum bisa menyerap secara maksimal.

"Kalau sorgum ini sesuai dengan perkembangannya, kalau sekarang kan belum banyak. Ini (produksi sorgum) sudah ada beberapa yang tumbu, terutama di industri menengah dan kecil. Jadi kalau kebutuhan terpenuhi mungkin nanti kita coba matchmaking-an dengan industri besa," kata Juli kepada Sariagri, Rabu (24/8).

Baca Juga: Jadi Sumber Pangan Masa Depan, Ini Target Besar Industri Sorgum Indonesia
Ini Upaya Pemerintah OKI Gaet Petani Muda

Juli mengatakan pihaknya pun akan melakukan inovasi dan kreativitas untuk perkembangan industri sorgum. Namun, Kemenperin masih menunggu perkembangan sorgum di sektor hulu.

"kalau di industri itu pasti invosa dan kreaivitas akan tumbuh kalau bahan bakunya sudah ada. Tapi ini ketersediaan bahan bakunya dulu," ucapnya.

Video Terkait