Tegakkan Aturan Baru, Cina Lindungi Kesuburan Tanah Hitam

Pertanian Cina. (Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 22 Agustus 2022 | 22:00 WIB

Tanah hitam di timur laut Cina dianggap sebagai salah satu yang paling subur di seluruh dunia. Namun, wilayah itu menghadapi penipisan karena bertahun-tahun dieksploitasi dan penggunaan pupuk yang berlebihan. Kondisi itu diharapkan membaik setelah Cina memberlakukan undang-undang baru untuk melindungi kesuburan tanah.

Beberapa teknologi modern seperti Kit Pengujian Tanah, drone, dan kamera HD akan digunakan untuk penyelidikan kemungkinan pelanggaran undang-undang konservasi tanah hitam yang mulai berlaku bulan ini di Cina.

Seorang jaksa dari Kota Dunhua di Provinsi Jilin, Tan Xiaoqiang, mengaku dirinya akan memiliki lebih banyak tanggung jawab karena dia memimpin penyelidikan dan mengajukan tuntutan.

Kami bekerja sama dengan pemerintah daerah serta biro kehutanan dan pertanian untuk melaksanakan mekanisme bersama dalam penegakan hukum. Ini merupakan tugas berat yang membutuhkan partisipasi dari banyak organisasi dan individu,” ujarnya, seperti dikutip CGTN.

Dunhua merupakan salah satu wilayah produksi biji-bijian utama. Para ahli pertanian menyarankan rotasi tanaman sebagai salah satu solusi paling sederhana dan paling efektif.

Peneliti dari Kantor Perlindungan Tanah Hitam Dunhua, Xue Yanjie, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pengujian pada dua bidang tanah, satu telah melalui rotasi tanaman dan yang lainnya tidak.

Data menunjukkan bahwa lahan yang digilir tanaman yang berbeda memiliki lebih banyak bahan organik. Terlebih lagi, kesadaran petani untuk melindungi tanah hitam meningkat, karena banyak dari mereka telah membawa sampel tanah kepada kami untuk diuji,” jelasnya.

Undang-undang konservasi tanah menekankan pentingnya sektor pertanian dalam upaya tersebut. Aturan itu menyerukan petani untuk memberikan contoh yang baik dalam upaya perlindungan serta tunduk pada pengawasan dan inspeksi.

Para ahli mengatakan penerapan undang-undang baru itu datang pada waktu yang tepat untuk memperkuat perlindungan hukum lahan pertanian dan memastikan ketahanan pangan nasional.

Para ilmuwan di Cina memperkirakan bahwa produksi kedelai akan turun hingga 60 persen dan jagung hampir tidak akan tumbuh, jika dalam skenario yang paling ekstrim semua tanah hitam di negara itu dilucuti. Sebesar apapun penggunaan pupuk tidak akan mengembalikan kesuburan tanah.

Baca Juga: Tegakkan Aturan Baru, Cina Lindungi Kesuburan Tanah Hitam
Beli Lahan Pertanian Dekat Pangkalan AU, Perusahaan Cina Bikin AS Khawatir

Menurut penelitian, dibutuhkan waktu sekitar 300 juta tahun untuk membentuk lapisan tanah hitam sepanjang 100 cm. Tanah hitam atau tanah chernozem di timur laut Cina menghasilkan sekitar seperempat dari total hasil biji-bijian negara itu. Namun akibat reklamasi dan penggunaan pupuk yang berlebihan selama bertahun-tahun, lapisan chernozem sekarang telah menipis.

Oleh karena itu, dengan adanya undang-undang baru, semua tanah hitam yang ada harus dilindungi, sementara tanah yang dulunya tanah hitam harus dipulihkan.

Video Terkait