Darurat Kekeringan, Cina Bikin Hujan Buatan untuk Selamatkan Hasil Panen

Ilustrasi kekeringan. (Pixabay)

Editor: Dera - Senin, 22 Agustus 2022 | 19:00 WIB

Pemerintah Cina berencana menggunakan bahan kimia untuk menghasilkan hujan buatan untuk melindungi panen biji-bijiannya dari kekeringan. Sementara itu, pabrik-pabrik di wilayah barat daya kemungkinan ditutup karena kekurangan air untuk menghasilkan listrik tenaga air.

Musim panas  terkering sejak 61 tahun lalu yang terjadi di Cina telah membuat tanaman layu dan menjadikan air di waduk hanya setengah dari tingkat normalnya, seperti diberitakan Associated Press.

Pabrik-pabrik di Provinsi Sichuan telah ditutup sejak minggu lalu untuk menghemat listrik bagi rumah-rumah warga karena permintaan AC melonjak, dengan suhu setinggi 113 derajat Fahrenheit (45 derajat Celcius).

Menteri Pertanian dan Urusan Pedesaan Cina, Tang Renjian, mengatakan 10 hari mendatang merupakan ‘periode kunci ketahanan terhadap kerusakan untuk tanaman padi di Cina selatan.

Darurat kekeringan, Cina buat hujan buatan

Pihak berwenang akan mengambil langkah darurat untuk memastikan panen biji-bijian musim gugur yang merupakan 75% dari total hasil tahunan Cina.

Otoritas Cina akan mencoba meningkatkan hujan dengan menaburkan bahan kimia pada awan dan menyemprot tanaman dengan agen penahan air untuk membatasi penguapan. Namun, Kementerian Pertanian Cina tidak memberikan rincian di mana upaya itu akan dilakukan.

Berkurangnya panen biji-bijian Cina akan memberikan dampak secara global. Kondisi itu akan meningkatkan permintaan impor dan menambah tekanan inflasi di Amerika Serikat dan Eropa yang mencapai level tertinggi selama beberapa dekade.

Pada hari Minggu (21/8) kemarin, ribuan pabrik di Provinsi Sichuan yang membuat panel surya, chip prosesor, dan barang-barang industri lainnya menunggu kabar apakah penutupan selama enam hari pada minggu lalu akan diperpanjang.

Sebuah dokumen yang beredar di media sosial dan disebut berasal dari Departemen Industri Informasi dan Ekonomi Sichuan mengatakan penutupan akan diperpanjang hingga Kamis. Namun, tidak ada konfirmasi resmi mengenai hal itu.

Baca Juga: Darurat Kekeringan, Cina Bikin Hujan Buatan untuk Selamatkan Hasil Panen
Antisipasi Kemarau, Kementan Dorong Gerakan Panen Air

Pemerintah Provinsi Sichuan dan Provinsi Hubei mengatakan ribuan hektare tanaman hilang total dan jutaan telah rusak.

Pemerintah Hubei mengumumkan keadaan darurat kekeringan pada hari Sabtu dan akan melepaskan bantuan bencana. Pemerintah Sichuan mengatakan 819.000 orang menghadapi kekurangan air minum.

Sichuan merupakan daerah terparah yang dilanda kekeringan, dan 80% listriknya berasal dari bendungan pembangkit listrik tenaga air. Kantor-kantor dan pusat perbelanjaan di wilayah itu diperintahkan untuk mematikan lampu dan AC. Sementara kereta bawah tanah di ibu kota provinsi, Chengdu, telah mematikan ribuan lampu di stasiun.

Video Terkait