Presiden Jokowi: Stok Beras di Lapangan Tertinggi Ada 10,2 Juta Ton

Presiden Jokowi menerima penghargaan dari International Rice Research Institute (IRRI). (Setkab.id)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 15 Agustus 2022 | 11:30 WIB

Sariagri - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan stok beras Indonesia mencapai 10,2 juta ton hingga April 2022. Tercatat selama tiga tahun Indonesia tidak melakukan impor beras.

Hal ini disampaikan Presiden Jokowi ketika menerima penghargaan dari International Rice Research Institute (IRRI) atas keberhasilan Indonesia dalam mencapai swasembada beras dan baiknya sistem ketahanan pangan yang dimiliki.

"Stok (beras) kita di lapangan jumlahnya di akhir April 2022 tertinggi, yaitu 10,2 juta ton. Kalau ditanya barangnya ada di mana? ada di masyarakat, di petani, di restoran-restoran juga di Bulog plus beberapa industri-industri pangan," ujar Presiden Jokowi.

Kepala Negara menjelaskan bahwa surplus atau stok beras yang dimiliki di tengah krisis pangan dunia, menjadi salah satu indikator Indonesia berhasil meraih penghargaan atas sistem ketahanan pangan yang baik dari IRRI.

Selama tiga tahun terakhir pada 2019 sampai 2021, RI juga konsisten tidak membuka importasi beras karena produksi nasional yang mencukupi kebutuhan pangan. Tercatat, produksi beras nasional rata-rata mencapai 31,3 juta ton pada 2019-2021.

Karena itu, Presiden Jokowi juga meminta adanya peningkatan produktivitas pangan sehingga Indonesia bisa memasuki pasar ekspor beras.

Jokowi Harapkan Ada Diversifikasi Pangan

Selain itu, agar tidak bergantung pada satu komoditas beras saja, Jokowi meminta diversifikasi pangan, termasuk pada tanaman sorgum yang saat ini dikembangkan di Waingapu, Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga: Presiden Jokowi: Stok Beras di Lapangan Tertinggi Ada 10,2 Juta Ton
CIPS Ungkap Swasembada Tak Jamin Keterjangkauan Pangan, Impor Lebih Mudah

Dengan ekstensifikasi lahan pada tanaman sorgum, Presiden berharap Indonesia tidak lagi bergantung pada jagung impor, baik untuk bahan pangan maupun pakan ternak.

"Kita harap dengan terus kita konsentrasi ke sana, insya Allah kita sudah tidak impor jagung lagi dalam 2-3 tahun mendatang, seperti beras yang sudah tiga tahun tidak impor," pungkasnya.

Video Terkait