Jokowi Ajak Petani Tanam Komoditas Pengganti Bahan yang Diimpor

Presiden Joko Widodo saat menggelar penanaman kelapa genjah di Sukoharjo, Jawa Tengah. (Setkab)

Editor: M Kautsar - Jumat, 12 Agustus 2022 | 12:15 WIB

Sariagri - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjalani kunjungan kerja ke Dukuh Samin, Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Dalam kunjungan tersebut, Jokowi mendorong petani mulai menanam komoditas pangan yang bisa jadi substitusi bahan pangan impor.

“Misalnya, urusan gandum, ini gandum di kita ini bisa dicampur dengan cassava, dicampur misalnya sorgum, dicampur dengan sagu. Saya kira ini akan sangat mengurangi impor kita,” ucap Jokowi, kemarin.

Jokowi pun menegaskan pentingnya menjaga nilai inflasi bahan pangan agar tetap stabil sehingga tidak menurunkan daya beli masyarakat. “Menjaga inflasi bahan makanan, bahan pangan, harus dijaga inflasinya sehingga kenaikan harganya tidak memberatkan daya beli masyarakat,” tandasnya.

Jokowi menegaskan kembali pentingnya menjaga pasokan pangan di Tanah Air. Hal ini dikarenakan krisis pangan yang sedang melanda sejumlah negara di dunia.

“Kita pun harus hati-hati dan harus waspada terhadap yang namanya krisis pangan, jangan sampai terjadi di negara kita Indonesia. Oleh sebab itu, menjaga pasokan pangan wajib,” ujar dia.

Selain pasokan pangan, Jokowi juga menegaskan pentingnya menjaga distribusi pangan agar tidak terjadi ketimpangan antardaerah di Indonesia yang dapat mengakibatkan harga pangan ikut meningkat.

Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, untuk menghadapi potensi krisis pangan, pemerintah akan memanfaatkan lahan kurang produktif.

“Untuk itu, kita harus manfaatkan lahan-lahan yang kurang produktif untuk mulai diolah agar bisa menghasilkan bahan pangan yang berkualitas,” kata Syahrul di media sosial resminya.

Syahrul mengatakan program penanaman kelapa genjah ini akan diintegrasikan dengan budidaya cabai, jagung, kedelai, dan peternakan dengan memanfaatkan hamparan/kawasan dan pekarangan rumah tangga.

“Dengan ini, kita bisa perkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan rumah tangga,” ucap dia.

Video Terkait