Harga Biji-bijian Melambung, Pasar Sesuaikan Posisi Jelang Laporan USDA

Tanaman gandum. (Pixabay/Candice Candice)

Editor: Yoyok - Jumat, 12 Agustus 2022 | 10:00 WIB

Sariagri - Harga gandum dan kedelai berjangka Chicago ditutup lebih tinggi, Kamis (11/8) atau Jumat (12/8) pagi WIB, karena depresiasi dolar Amerika Serikat (AS) memberikan dukungan kepada komoditas yang dihargakan dalam greenback dan trader menyesuaikan posisi menjelang laporan Departemen Pertanian Amerika (USDA).

Sementara itu, harga jagung berjangka melesat, didukung kekhawatiran tentang cuaca panas dan kering yang menekan tanaman di kawasan Midwest Amerika Serikat hingga tahap akhir pengembangannya.

Reuters melaporkan harga kontrak jagung yang paling aktif di Chicago Board of Trade (CBOT) ditutup melonjak 9,25 dolar AS menjadi 627,75 dolar AS per bushel atau gantang, sementara gandum CBOT bertambah 11 dolar AS menjadi 810,75 dolar AS per bushel.

Kedelai berjangka CBOT meningkat 20,75 dolar AS menjadi 1.448,50 dolar AS per bushel.

Bagian dari Midwest AS mendapatkan hujan dalam beberapa hari terakhir, tetapi panas di wilayah barat wilayah pertanian itu diperkirakan terus menekan tanaman, termasuk kedelai yang melalui fase pertumbuhan utama.

Cuaca yang kering dan panas seperti itu meningkatkan ketidakpastian investor tentang risiko hasil panen menjelang laporan Perkiraan Pasokan dan Permintaan Pertanian Dunia bulanan dari Departemen Pertanian Amerika, yang dijadwalkan Jumat.

Menurut survei analis Reuters, pemerintah AS diperkirakan memangkas prospek produksi jagung Amerika, 

Tetapi pertanyaannya adalah seberapa banyak pemerintah akan menurunkan angka-angka itu, dalam sebuah laporan yang telah memicu gejolak pasar di masa lalu, kata Joe Vaclavik, Presiden Standard Grain.

Pada 2019, harga jagung berjangka mencatat penurunan terbesar dalam tiga tahun setelah USDA memperkirakan panen lebih besar dari ekspektasi pada 12 Agustus, meski bencana banjir memperlambat penanaman musim itu.

Baca Juga: Harga Biji-bijian Melambung, Pasar Sesuaikan Posisi Jelang Laporan USDA
Inflasi Pangan Mereda, Tapi Gangguan Cuaca Ancam Pasokan Tetap Ketat

USDA telah lama menjadi referensi utama bagi pasar komoditas global, dan selama dekade terakhir, jagung dan kedelai berjangka yang paling aktif bergerak tajam pada hari laporan USDA yang bertepatan dengan laporan Agustus.

"Memasuki panen, itu semua masalah berapa ukuran tanaman ini nantinya," kata Don Roose, Presiden U.S. Commodities yang berbasis di Iowa.

Video Terkait