Inovatif, Petani di Probolinggo Sulap Limbah Tahu Jadi Pupuk

Ilustrasi limbah tahu jadi pupuk cair. (Pixabay)

Penulis: Gloria, Editor: Dera - Jumat, 12 Agustus 2022 | 07:00 WIB

Sariagri -  Para petani di Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur mengubah limbah cair pembuatan tahu bisa disulap menjadi pupuk organik cair yang kaya manfaat.

Melansir Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, seorang petani asal Desa Randupitu Gending, Zainuddin, telah memanfaatkan pupuk dari limbah tahu cair sejak 2007 karena dinilai lebih menguntungkan.

"Sejak awal 2007 saya sudah memulai memanfaatkannya. Sampai saat ini terus berkembang, " ujar Zainuddin.

Pupuk limbah tahu lebih hemat biaya. Kalau biasanya, Zainuddin menghabiskan satu kuintal urea untuk sekali pemupukan, sejak ada pupuk limbah tahu itu jumlah kebutuhannya berkurang sebagian.

"Limbah tahu bisa didapatkan gratis. Pupuknya bisa dibuat sendiri, " jelas Zainuddin.

Tak boleh sembarangan, ada takaran ideal untuk membuat pupuk organik cair dari limbah tahu. Untuk 60 liter limbah tahu, ditambahkan dengan dua kilogram daun serai, 5 Kh temulawak, 20 liter air kelapa, 1 liter alkohol, dan 2 liter bahan mikroorganisme.

Baca Juga: Inovatif, Petani di Probolinggo Sulap Limbah Tahu Jadi Pupuk
Petani Asal Prancis Budidaya Tanaman Tanpa Air, Pupuk atau Pestisida

Setelah dicampur berbagai bahan itu, calon pupuk organik cair itu diperam selama minimal 15 hari. "Semakin lama semakin baik," ujar Zainuddin.

Teknologi pemanfaatan limbah tahu itu sebenarnya tidak terbatas pada limbah tahu saja. Air tajin sisa menanak nasi juga bisa dimanfaatkan untuk hal yang sama.

Video Terkait