Ahli Tanaman IPB University Paparkan Keunggulan Pestisida Nabati

Ilustrasi - Penyemprotan pestisida. (Pixabay/zefe wu)

Editor: M Kautsar - Senin, 8 Agustus 2022 | 13:45 WIB

Sariagri - Saat ini, ketergantungan terhadap pestisida sintetik masih dirasakan sebagian besar petani. Pestisida sintetik dianggap efektif dari pada metode lain.

Namun, pengaplikasian pestisida sintetik yang tidak bijaksana bisa menimbulkan masalah besar. Salah satu yang kerap ditemukan yaitu, resintensi Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), pencemaran lingkungan, kesehatan masyarakat, hingga residu pada produk pertanian.

Guru Besar IPB University Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Dadang mengatakan, pestisida sintetik harus disubstitusi dengan pestisida nabati. Ia menyebut, perkembangannya dari zaman dulu bukanlah hal baru, namun kini posisinya kalah dengan pestisida sintetik.

Dadang mengatakan penggunaan pestisida nabati sangat mendukung ekologi pertanian. Ia menjelaskan, pestisida nabati hanya digunakan dalam konsentrasi yang rendah namun tetap efektif dan efisien serta aman bagi operator dan masyarakat luas.

“Dari segi pasar sudah disiapkan, legalitas penggunaan pestisida nabati sudah diatur dalam perundang-undangan Indonesia. Petani sudah bisa mendaftarkan dan memasarkan pestisida nabati buatannya,” kata Dadang, dikutip dari laman resmi kampus, Senin (8/8/2022).

Pakar pestisida dari IPB University itu menjelaskan, tahap pencarian senyawa dari tumbuhan terdapat empat tahap yakni eksplorasi, ekstraksi, fraksinasi, dan isolasi. Ia menyebut, ekstraksi merupakan tahap terpenting karena menentukan senyawa yang terambil. Selanjutnya dilakukan uji hayati atau bioassay untuk menguji senyawa yang paling efektif membunuh OPT.

“Senyawa ini merupakan senyawa sekunder tanaman. Koleksinya ditentukan oleh waktu, lokasi atau habitat, bagian tumbuhan, dan penanganan bahan tanaman. Senyawa yang diperoleh juga ditentukan oleh teknik ekstraksi, jenis pelarut, dan bahan tambahan lain. Teknik ekstraksi sederhana yang bisa dilakukan oleh masyarakat adalah perendaman atau maserasi,” katanya.

Pestisida nabati tentu memiliki persyaratan agar dapat diloloskan sebagai pestisida yang aman. Beberapa syarat yang diperlukan yaitu sumber bahan baku tidak merusak lingkungan, efektif pada konsentrasi rendah, tidak menimbulkan efek buruk bagi organisme berguna, tidak fitotoksik pada tanaman budidaya, tidak antagonis dalam bentuk campuran, serta bahan baku tumbuhan mudah didapat dan dibudidayakan.

“Namun, bukan berarti penggunaan pestisida nabati akan ada kelebihannya terus menerus. Kita juga perlu hati-hati dengan risikonya sehingga harus mengetahui mitigasinya,” pungkasnya.

Video Terkait