Benarkah Pertanian Ramah Lingkungan Mengancam Hasil Panen?

Ilustrasi - Lahan pertanian. (Unsplash/Leo Chane)

Editor: Dera - Senin, 8 Agustus 2022 | 06:00 WIB

Sariagri - Saat ini banyak pihak yang mendorong praktik pertanian yang ramah lingkungan agar dapat menjaga dan melindungi keanekaragaman hayati. Namun, banyak yang bertanya-tanya apakah pertanian ramah lingkungan bisa menurunkan produktivitas?

Menjawab hal tersebut, penelitian yang dilakukan sebuah lembaga nirlaba di Inggris membuktikan bahwa praktik pertanian ramah lingkungan tidak mengancam hasil panen.

Pusat Ekologi dan Hidrologi Inggris (UKCEH) dalam penelitiannya menemukan bahwa menyisihkan lahan pertanian untuk alam tidak akan mengurangi produktivitas. Metode pertanian ramah alam justru meningkatkan keanekaragaman hayati tanpa menurunkan hasil rata-rata panenan.

Penelitian tersebut dilakukan selama sepuluh tahun di Hillesden, Inggris. Kawasan ini adalah sebuah pertanian komersial seluas 1.000 hektare di Buckinghamshire. Peneliti UKCEH menilai efektivitas tindakan pertanian ramah lingkungan atau ramah alam, seperti menciptakan habitat satwa liar untuk burung, serangga, dan mamalia kecil dalam mengurangi hilangnya keanekaragaman hayati.

Mereka menemukan bahwa tidak hanya jumlah hewan penyerbuk dan pemangsa hama tanaman yang meningkat sebagai hasil percobaan, akan tetapi hasil panen secara keseluruhan di Hillesden juga bisa dipertahankan, atau bahkan ditingkatkan untuk beberapa jenis tanaman.

"Kami menyelidiki perubahan populasi selama periode waktu yang signifikan, dan membandingkannya dengan situs lain. Kami yakin bahwa opsi pertanian ramah lingkungan dapat membawa manfaat jangka panjang bagi populasi burung dan kupu-kupu," kata Penulis utama, Dr John Redhead dari UKCEH, seperti dilansir fruitnet.com.

Pertanian Ramah Lingkungan Tingkatkan Keanekaragaman Hayati

Hillesden adalah pertanian subur yang khas dan besar dengan praktik pertanian konvensional di lanskap biasa tanpa tambahan habitat alami yang besar.

"Oleh karena itu, kemungkinan hasil studi jangka panjang kami bisa juga dicapai di pertanian komersial lainnya dengan perencanaan, implementasi, dan pengelolaan langkah-langkah lingkungan pertanian yang baik," imbuh Redhead.

Jake Fiennes, Kepala Konservasi di Perkebunan Holkham di Norfolk, mengatakan para petani kini menyadari bahwa mereka dapat meningkatkan hasil panen meski tidak lagi menanam di area lahan yang tidak produktif. Mereka kini memberikan lahan tersebut kembali kepada alam.

Baca Juga: Benarkah Pertanian Ramah Lingkungan Mengancam Hasil Panen?
Mentan Akan Optimalkan Lahan Pertanian Kerawang Agar Bisa Panen Tiga Kali Setahun



"Sekarang kami tahu ada manfaat dari memiliki lebih banyak alam di pertanian, kami dapat meningkatkan keanekaragaman hayati pertanian tanpa mempengaruhi hasilnya,” ujar Fiennes.

 

Video Terkait