Situasi Makin Tegang, Cina Dilarang Beli Tanah Pertanian AS

Ilustrasi lahan pertanian kedelai. (Pixabay)

Editor: Dera - Senin, 8 Agustus 2022 | 07:00 WIB

Sariagri - Dua orang senator Amerika Serikat (AS) memperkenalkan Rancangan Undang-Undang baru yang akan melarang anggota Partai Komunis Cina membeli 'tanah apapun' di AS.

Senator Tom Cotton dari Arkansas dan Senator Tommy Tuberville dari Alabama memperkenalkan ‘Undang-Undang Mengamankan Tanah Amerika dari Interferensi Asing’ yang mengklaim investasi Cina ke dalam industri pertanian AS dapat memberikan pengaruh yang tidak semestinya terhadap rantai pasokan dan akses ke informasi sensitif yang penting bagi keamanan nasional AS.

Kantor Senator Cotton menyebut perampasan tanah oleh aktor asing akan menjadi ancaman seiring berjalannya waktu, terutama mengingat populasi petani AS yang menua sehingga mendorong jutaan hektare lahan pertanian berpindah tangan dalam dekade berikutnya.

“Investasi Cina di lahan pertanian Amerika menempatkan keamanan pangan kami dalam risiko dan memberikan peluang bagi spionase Cina terhadap pangkalan militer dan infrastruktur penting kami,” ujar Cotton dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh kantornya, seperti dikutip The National Desk.

Dalam rilis yang sama, Senator Tuberville menyebut Cina sebagai “musuh utama”, dan menyatakan pemberian izin pada Cina untuk membeli tanah di AS akan merusak keamanan nasional negaranya.

“Saya berharap rekan-rekan saya akan menyadari pentingnya RUU yang kami perkenalkan dan bergabung dengan upaya untuk melarang keterlibatan Partai Komunis Cina dalam industri pertanian Amerika,” kata Tuberville dalam pernyataan itu.

Kantor Cotton mengutip laporan Departemen Pertanian AS (USDA) yang melaporkan bahwa kepemilikan investor Cina atas lahan pertanian AS telah melonjak dari 13.720 hektare pada 2010 menjadi 352.140 hektare pada 2020.

Cina Miliki Puluhan Juta Hektare Lahan Pertanian AS

Secara kolektif, saat ini investor asing memiliki kepentingan di hampir 37,6 juta hektare lahan pertanian di AS. Area yang dimiliki secara kolektif itu disebut akan lebih besar dari negara bagian Iowa jika semuanya disatukan.

Tampil di ‘The Ingraham Angle’ Fox News, Cotton menjelaskan mengapa dia merasa entitas Cina yang membeli tanah di AS menjadi sangat bermasalah.

“Cina bukan Amerika. Cina adalah negara komunis. Di Amerika, jika seorang warga negara Amerika ingin membeli sebuah peternakan di Kanada atau membeli sebuah kondominium timeshare di Meksiko, mereka dapat melakukannya. Mereka tidak perlu meminta izin kepada pemerintah kita. Tetapi di Cina, jika kamu ingin keluar dari negara itu, jika kamu ingin mengambil uangmu ke luar negeri, maka pada dasarnya harus meminta izin dari Partai Komunis Cina dan melakukan permintaan mereka jika diminta,” jelas Cotton.

Baca Juga: Situasi Makin Tegang, Cina Dilarang Beli Tanah Pertanian AS
Benarkah Pertanian Ramah Lingkungan Mengancam Hasil Panen?

Berdasarkan alasan itu, dia mendesak agar perusahaan Cina menghentikan pembelian tanah pertanian di AS, termasuk pembelian lahan di dekat Pangkalan Angkatan Udara Grand Forks di Dakota Utara.

“Kita harus menghentikannya. Seharusnya tidak diizinkan,” tegasnya.

Meskipun 14 negara bagian sudah memiliki beberapa tingkat pembatasan kepemilikan tanah asing, tidak ada pembatasan federal pada jumlah tanah pertanian swasta AS yang dapat dimiliki oleh entitas asing.

Video Terkait