Harga Gandum Bangkit dari Level Terendah 6 Bulan, Kedelai dan Jagung Turun

Sejumlah alat berat digunakan untuk memanen gandum di ladang di wilayah Rostov, Rusia, Kamis (7/7/2022). (ANTARA FOTO/REUTERS/Sergey Pivovarov)

Editor: Yoyok - Kamis, 4 Agustus 2022 | 16:30 WIB

Sariagri - Harga gandum berjangka menguat pada Kamis (4/8) atau naik dari level terendah dalam enam bulan didorong aksi bargain-buying, meski tekanan dari pasokan yang baru saja dipanen membatasi kenaikan.

Sedangkan harga kedelai dan jagung bergerak lebih rendah karena prakiraan membaiknya cuaca di kawasan Midwest Amerika Serikat, yang dalam beberapa pekan terakhir menderita karena panas.

Harga kontrak gandum yang paling aktif di Chicago Board of Trade (CBOT) naik 0,56 persen menjadi 768 dolar AS per bushel atau gantang, pada pukul 13.03 WIB, setelah pada sesi Rabu merosot ke level terendah sejak awal Februari di 752 dolar AS per bushel.

Kedelai berjangka CBOT turun 0,47 persen menjadi 1.363,25 dolar AS per bushel, sedangkan jagung menyusut 0,71 persen menjadi 592 dolar AS per bushel.

Pasar gandum berada di bawah tekanan minggu ini, karena pasokan anyar dari belahan bumi utara memasuki pasar.

Kapal pengangkut biji-bijian pertama yang meninggalkan pelabuhan laut Ukraina sejak awal perang diperiksa di Turki, Rabu, sebelum melanjutkan perjalanan ke Lebanon, tetapi Presiden Ukraina Volodymr Zelenskiy mengatakan ini hanya sebagian kecil dari apa yang harus diekspor oleh Kyiv.

Kemarin, Menteri Pertanian Rumania Petre Daea mengatakan panen gandum Rumania cukup besar untuk memenuhi kebutuhan domestiknya dan memastikan surplus ekspor, sejauh ini sekitar 96 persen dari hasil panen.

Suhu yang tinggi dan kekeringan yang berkepanjangan mempengaruhi kondisi tanaman, terutama jagung dan biji bunga matahari, di seluruh negeri itu, dan data kementerian, Rabu, menunjukkan kerusakan 205.257 hektare dari sekitar 7 juta biji-bijian dan tanaman penghasil minyak.

Konsumsi gandum global menuju penurunan tahunan terbesar dalam beberapa dekade karena rekor inflasi memaksa konsumen dan perusahaan untuk menggunakan lebih sedikit, dan mengganti gandum dengan alternatif yang lebih murah.

Ada perkiraan kondisi kedelai yang membaik di Midwest Amerika, meski cuaca buruk akhir bulan ini dapat membuat tanaman tertekan.

Kedelai di daerah pertumbuhan utama di Midwest Amerika kemungkinan akan menghadapi kondisi yang lebih panas dan kering selama Agustus, bulan pertumbuhan kritis mereka, yang dapat mengancam hasil panen, menurut prakiraan cuaca.

Baca Juga: Harga Gandum Bangkit dari Level Terendah 6 Bulan, Kedelai dan Jagung Turun
Harga Kedelai Menguat, Cuaca Panas Ancam Produksi Pangan Amerika

Kondisi tanaman memburuk selama enam pekan berturut-turut setelah laporan rating pertama Departemen Pertanian AS (USDA) tentang kedelai pada pertengahan Juni. Itu adalah penurunan terpanjang sejak 2012, ketika kekeringan menghantam Amerika Serikat.

Impor kedelai India pada Juli melambung lebih dari dua kali lipat dari sebulan lalu ke rekor tertinggi karena penyulingan meningkatkan pembelian untuk mengambil keuntungan dari langkah New Delhi yang mengizinkan impor minyak nabati bebas bea guna meredakan lonjakan harga, kata lima dealer.

Video Terkait