Belum Siap Beralih ke Pupuk Organik, Ini Alasan Petani

Jerami bekas panen padi yang dijadikan bahan pembuat pupuk organik . (Yudi/Sariagri)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Dera - Rabu, 27 Juli 2022 | 17:50 WIB

Sariagri - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) meminta para petani Indonesia untuk meningkatkan penggunaan pupuk organik. Penggunaan pupuk organik sangat penting karena pupuk subsidi saat ini jumlahnya sangat terbatas.

Mentan SYL mengungkapkan terbatasnya jumlah pupuk saat ini dikarenakan bahan baku pupuk seperti gugus fosfat tersendat pengirimannya karena perang Rusia-Ukraina.

"Bahan baku pupuk yang sebagian besar dikirim dari Ukraina dan Rusia tersendat karena perang keduanya. Jadi yang tidak dapat pupuk subsidi segeralah menghadirkan pupuk organik. Minimal setiap Kabupaten harus jadi percontohan dan tidak mengandalkan bantuan pemerintah pusat," ujar SYL, Senin (26/7).

Ketua Pusat Pengkajian dan Penerapan Agroekologi Serikat Petani Indonesia (SPI) Qomarun Najmi mengatakan sebenarnya keterbatasan pupuk sudah terasa sebelum adanya perang Rusia-Ukraina. Kemudian setelah perang, harga bahan baku pupuk naik sehingga harga pupuk juga ikut melonjak.

"Keterbatasan pupuk subsidi berkaitan dengan pengurangan anggaran subsidi pupuk. Tahun kemarin Rp33 triliun, tahun ini Rp25 triliun. Sementara untuk pupuk non subsidi harganya naik 2 kali lipat," ujar Qomar kepada Sariagri melalui pesan singkat, Rabu (27/7).

Belum Semua Petani Siap Beralih ke Pupuk Organik

Menanggapi ajakan Mentan Syahrul, Qomar mengatakan bahwa belum semua petani siap untuk beralih ke pupuk organik. Meski sebenarnya sudah banyak petani yang produksi bagus dengan menggunakan pupuk organik.

Qomar mengatakan ada berbagai kendala yang dihadapi oleh para petani ketika beralih menggunakan pupuk organik, mulai dari pengetahuan, teknis dan keterampilan untuk memproduksi pupuk organik.

Baca Juga: Belum Siap Beralih ke Pupuk Organik, Ini Alasan Petani
Klasifikasi Pupuk Beserta Manfaatnya Untuk Tanaman

"Masih belum yakin pupuk organik bisa menggantikan pupuk kimia. Ada kendala dalam pengetahuan, teknis dan keterampilan untuk produksi dan penggunaan pupuk organik. Butuh kampanye, pendidikan dan pelatihan yang lebih masif," ucapnya.

Pupuk kimia maupun organik adalah kebutuhan petani untuk menjalankan usaha tani. Oleh karenanya Qomar berharap agar pemerintah mampu menjamin ketersediaan pupuk. Tak hanya itu, ia juga berharap agar pemerintah bisa memberikan jaminan harga dan pasar yang menjadi kebutuhan petani.

Video Terkait