Begini Dugaan Korupsi Dana KUR Petani di Lombok

Ilustrasi Korupsi. (Sariagri/Pixabay)

Editor: Reza P - Sabtu, 23 Juli 2022 | 16:30 WIB

Sariagri - Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat (NTB), Sungarpin menetapkan dua calon tersangka kasus dugaan korupsi dana KUR petani yang terjadi di Lombok Tengah dan Lombok Timur.

Dalam keterangannya, kasus dugaan penyelewengan dana KUR tersebut bermula dari usulan petani jagung di wilayah Lombok Timur yang masuk sebagai penerima bantuan. Setiap petani akan diberi pinjaman tunai Rp15 juta per hektare lahan.

Sementara penerima dana KUR di Lombok Tengah berasal dari para petani tembakau. Mereka berhak mendapatkan dana pinjaman sebesar Rp30 sampai Rp50 juta per orang. Para petani yang terdaftar dalam data usulan penerima KUR wajib mengikuti proses administrasi.

Di dalam proses tersebut akan melibatkan peran pihak ketiga yakni CV ABB dan HKTI NTB. Mereka sebagai mitra pemerintah dalam pendataan petani dan pengelolaan dana KUR.

Dalam keperluan administrasi petani jagung, para petani akan menjalankan pengajuan dana KUR dengan BNI Cabang Kota Mataram, sementara petani tembakau melalui BNI Cabang Praya, Kabupaten Lombok Tengah.

Baca Juga: Begini Dugaan Korupsi Dana KUR Petani di Lombok
Dorong Peningkatan Produksi Jagung, Pemkab Sikka Minta Petani Akses KUR

Terkait peran CV ABB sebagai pihak ketiga, terdapat dugaan kuat mendapat penunjukan langsung dari kementerian, demikian pula dengan keterlibatan HKTI NTB.

Persoalan dalam kasus ini pun muncul ke publik ketika sejumlah petani mengajukan pinjaman ke BRI. Pengajuan tidak dapat diproses karena adanya tunggakan KUR yang kini sedang berjalan di BNI. Tunggakan tersebut beragam, mulai dari Rp 15 juta hingga Rp 45 juta. Dan nilai tersebut bergantung pada kepemilikan luas lahan.

Video Terkait