Mentan Syahrul dan Panglima TNI Perkuat Pertanian Indonesia

Mentan Syahrul Yasin Limpo bersama Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa. (Dok. Kementan)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 22 Juli 2022 | 22:00 WIB

Sariagri - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) bersama Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa sepakat memperkuat sektor pertanian Indonesia melalui kerjasama perluasan lahan dan pengembangan peternakan.

Adapun penguatan itu meliputi, percepatan swasembada gula konsumsi, program desa koorporasi sapi dan pemberantasan wabah PMK serta penyakit menular lainnya.

Kerjasama ini, Menurut Mentan Syahrul penting dilakukan guna menjadikan Indonesia sebagai negara kuat dalam menghadapi kemungkinan krisis pangan global.

"Pertanian itu penompang kita, Bapak. Dua tahun lebih kita hidup dalam kondisi pandemi Alhamdulillah pertanian selalu jadi bantalan ekonomi. Memang kata data seperti itulah, Bapak," ujar SYL dihadapan Panglima TNI.

Mentan Syahrul berharap, TNI dan jajarannya terus meningkatkan sinergitasnya untuk kepentingan bangsa dan negara. Terlebih saat Negara-negara di dunia dalam keadaan siaga satu, dimana gejolak politik dan dinamika krisis lainya berdampak besar terhadap kondisi pangan global.

"Saya ingin bicara jujur mengatakan bahwa dunia sedang tidak baik. Krisis ekonomi menjadi krisis keuangan, menjadi krisis sosial, menjadi krisis politik dan tidak sedikit negara yang tumbang. Beberapa negara lainya dalam kondisi lemah," katanya.

Baca Juga: Mentan Syahrul dan Panglima TNI Perkuat Pertanian Indonesia
TNI dan Kementerian Pertanian Perkuat Produksi Komoditas Pangan

Baginya, Indonesia adalah negara berdaulat yang memiliki potensi pertanian cukup besar. Indonesia juga memiliki jumlah penduduk banyak dan memiliki sikap persatuan yang luar biasa. Oleh karena itu, Mentan yakin bahwa krisis apapun bisa dihadapi bersama dengan kekuatan dan persatuan.

"Indonesia itu penduduknya 273 juta jiwa. Saatnya kita menjadi pejuang dan menjadi pembelaan negara. Jadi kita tidak boleh lagi abai, tidak boleh biasa biasa aja, tidak boleh tidur dalam menghadapi ancaman ini,"pungkasnya.

Video Terkait