Mentan Tegaskan Jatah Pupuk Subsidi Tidak Dikurangi

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, saat berkunjung melihat budidaya anggur yang dikembnagkan oleh Balai Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) - (Antara Foto)

Editor: M Kautsar - Rabu, 20 Juli 2022 | 16:15 WIB

Sariagri - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan upaya untuk menjaga ketahanan pangan terus dilakukan. Salah satunya yaitu upaya untuk mendapatkan pupuk dengan harga terjangkau.

Syahrul mengatakan pemerintah juga terus berupaya melakukan berbagai langkah agar produksi, produktivitas, dan kinerja pertanian terus meningkat dengan optimalisasi sumber daya yang ada.

“Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penetapan Alokasi dan HET Pupuk Bersubsidi Untuk Sektor Pertanian berada di atas semangat itu,” kata Syahrul, Rabu (20/7/2022).

Syahrul mengatakan ada empat poin utama yang menjadi inti kebijakan tersebut. Pertama, petani tetap berhak mendapatkan pupuk bersubsidi selama melakukan usaha tani pada sub sektor tanaman pangan, hortikultura, dan/atau perkebunan dengan lahan paling luas 2 hektare setiap musim tanam, serta tergabung dalam kelompok tani yang terdaftar.

“Kedua, pupuk bersubsidi diperuntukkan untuk sembilan komoditas pangan pokok dan strategis, seperti padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu rakyat, kopi dan kakao,” ucap dia.

Ketiga, jenis pupuk bersubsidi yang diberikan adalah Urea dan NPK. Kedua jenis pupuk ini dipilih karena mengandung unsur hara makro esensial yang menjadi faktor pembatas untuk peningkatan produksi tanaman yang optimal.

Keempat, mekanisme pengusulan alokasi pupuk bersubsidi menggunakan data spasial, dan/atau data luas lahan dalam sistem informasi manajemen penyuluh pertanian (Simluhtan). Tentu dengan tetap mempertimbangkan luas baku lahan sawah yang dilindungi (LP2B).

“Dengan begitu, saya tegaskan bahwa pupuk subsidi sejatinya tak dikurangi, namun disesuaikan jenisnya dengan kebutuhan yang paling mendasar dan untuk komoditas pangan dasar,” ucap dia.

Syahrul mengatakan kebijakan ini diambil agar produk pertanian yang memiliki kontribusi terhadap inflasi bisa terus terjaga dan ketahanan pangan nasional Indonesia aman.

“Saya berharap penyaluran pupuk bersubsidi ini bisa lebih tepat sasaran dan akurat sehingga benar-benar diterima petani yang berhak. Mari kita awasi bersama,” ujar dia.

Video Terkait