Rugikan Petani, DPR Berharap Ada Cara Jitu Tangani Hama Belalang di Sumba

Anggota Komisi IV DPR RI Nur’aeni saat meninjau hama belalang di Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur. (dpr.go.id/Novel/Man)

Editor: Dera - Selasa, 19 Juli 2022 | 10:45 WIB

Sariagri - Hama belalang tengah menjadi momok yang menakutkan bagi para petani di Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur. Kondisi tersebut pun cukup memprihatinkan, terutama bagi para petani jagung. 

Anggota Komisi IV DPR RI Nur’aeni berharap ada langkah dan solusi terbaik untuk dapat membasmi hama belalang yang dinilai sangat merugikan petani.

“Mulai dari 2019 sampai sekarang ternyata kan memang belum ada solusi terbaik yang bisa mengatasi hama belalang yang terjadi di sumba barat daya ini, diharapkan ke depan memang ada suatu bentuk atau model yang bisa dilakukan untuk bisa mengusir hama belalang tadi," tutur Nur’aeni.

Pihaknya berkelakar, meski sudah ada penanganan seperti penyemprotan insektisida kimia, akan tetapi penggunaan kimia tidak disarankan digunakan terus menerus karena akan berdampak tidak baik bagi lingkungan. 

"Memang sudah ditemukan alternatif dengan dilakukan melalui cairan pestisida tapi itu juga tidak menjamin karena yang dilakukan itu menggunakan bahan kimia,” pungkasnya. 

Dalam kunjungan yang dipimpin Anggota Komisi IV DPR RI Edward Tannur pada Kamis (14/7/2022), Nur’aeni mendorong masyarakat Sumba untuk menjaga burung-burung yang dijadikan predator alami belalang kembara supaya tidak punah dengan tidak memburu maupun membunuhnya.

“Menarik dan bagus untuk bisa digerakkan masing-masing warga di Sumba untuk menjaga ekosistem agar tidak terjadi punahnya burung-burung predator hama belalang tersebut, seperti tidak menebang pohon sembarangan, tidak membunuh burung sembarangan, intinya menjaga lingkungan hidup yang ada di Sumba,” tegas Politisi Partai Demokrat ini.

Baca Juga: Rugikan Petani, DPR Berharap Ada Cara Jitu Tangani Hama Belalang di Sumba
Hasil Pertanian Negaranya Meningkat, Pakistan Berterima Kasih kepada Cina

Melansir laman dpr.go.id, Legislator dapil Banten II itu menyampaikan perlu adanya pendekatan persuasif yang harus dilakukan oleh kepala daerah kepada masyarakat Sumba agar semangat menjaga kelestarian alam dapat terbangun. Selain itu, bentuk perhatian khususnya lainnya dengan memberikan prioritas anggaran di daerah dalam penanganan hama belalang ini karena jika dibiarkan terus menerus tentunya akan merugikan masyarakat secara ekonomi.

“Saya berharap program-program yang ada baik dukungan food estate serta penanganan hama ini akan meningkatkan kesejahteraan (warga Sumba) jadi keterbelakangan ataupun hal-hal negatif tentang NTT (khususnya) Sumba Barat Daya bisa dibangun ke arah yang lebih baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumba,” tutupnya. 

Video Terkait