Gubernur Jateng Apresiasi Kelompok Tani yang Kembangkan Mina Padi

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo kunjungi kelompok tani yang melakukan mina padi (Sariagri / Aji Dewanto)

Editor: Tanti Malasari - Senin, 18 Juli 2022 | 19:55 WIB

Sariagri - Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengunjungi petani di Desa Panembangan, Cilongok, Banyumas. Kunjungan Ganjar Pranowo untuk melihat langsung pengembangan Mina Padi oleh kelompok tani desa tersebut.

Sebagai informasi, Mina Padi merupakan inovasi petani yakni menanam padi sekaligus menebar ikan di sawah.

Kehadiran Ganjar disambut antusias oleh petani dan orang nomor satu di Jateng tersebut juga terlihat antusias bahkan ia ikut menebar benih ikan di sawah yang tengah ditanami padi.

“Program Mina Padi ini kami lakukan sejak 2001 lalu. Kalau dulu para petani hanya tanam padi, sekarang juga memelihara ikan jenis nila. Setelah dilakukan, hasil produksi padi bisa lebih meningkat dan penghasilan dari ikan juga sangat banyak,” kata Narsono, pengurus kelompok tani Desa Panembangan kepada Ganjar Pranowo, Senin (18/7/2022).

Narsono menerangkan, hasil panen padi dengan konsep Mina Padi per hektarnya bertambah enam kwintal. Setiap satu hektar, hasil jual padi rata-rata mendapatkan Rp 27 juta.

“Itu baru dari padi, belum dari ikan. Per hektare biasanya kita dapat 1,2 ton ikan. Per kilonya dijual Rp 22.000. Jadi total pendapatan dari jual padi dan ikan rata-rata per hektar Rp 50 jutaan. Tentu ini membuat petani lebih sejahtera karena sebelumnya tidak sebanyak itu,” terangnya.

Sementara itu, Ganjar mengatakan konsep Mina Padi yang dilakukan petani Panembangan sudah tepat. Apalagi, daerah itu termasuk daerah pegunungan dengan air yang sangat banyak.

“Area ini airnya banyak banget, maka kalau bisa dikombinasikan untuk mengoptimalkan pertanian, akan sangat bagus. Kalau dulu orang hanya tanam padi, sekarang mereka dapat tambahan dari ikan dan hasilnya luar biasa,” katanya.

Selama praktik program Mina Padi itu, lanjut Ganjar, hasil pertanian menurut keterangan petani meningkat drastis. Program itu ternyata juga relatif mengurangi hama tanaman, karena hama yang nempel di batang padi akan langsung dimakan ikan.

“Bahkan kalau ada tanaman liar yang tumbuh, juga dimakan ikan. Jadi nggak perlu matun kata mereka,” jelasnya.

Baca Juga: Gubernur Jateng Apresiasi Kelompok Tani yang Kembangkan Mina Padi
UGM Manfaatkan Lahan Tidur di Klaten, Kembangkan Padi Unggul



Ditambahkan, program itu diharapkan terus dikembangkan. Para penyuluh juga telah melakukan pendampingan. Ia berharap, konsep Mina Padi yang sukses itu bisa ditularkan ke daerah lain yang memiliki kontur daerah sama.

“Daerah seperti ini kan banyak di Jateng, misalnya di Banyumas ini, Banjarnegara, Purbalingga, Temanggung dan daerah pegunungan lain yang memiliki sumber air melimpah. Ini bisa dikembangkan dan tujuan akhirnya membuat petani kita lebih sejahtera,” pungkasnya.

Video Terkait