Perbaikan Pemupukan Lahan Kering Masam Tingkatkan Produktivitas Ubi Kayu

Ilustrasi Singkong (Freepik)

Editor: Arif Sodhiq - Senin, 18 Juli 2022 | 14:20 WIB

Sariagri - Ubi kayu juga dikenal masyarakat Indonesia dengan sebutan singkong. Tanaman pangan ini merupakan salah satu komoditas yang mudah budidayakan dimana saja. Di Indonesia, ubi kayu banyak dibudidayakan petani di lahan kering masam.

Salah satunya petani ubi kayu di Kabupaten Sukabumi. Mayoritas petani di daerah ini menanam ubi kayu di lahan kering masam secara turun temurun. Berdasarkan pengujian hasil uji lab tanah, lahan kering masamnya memiliki kadar pH 4,6-5,3, Al-dd 3,89 – 13,7 cmol/kg, dan kejenuhan Al-dd 3,56 – 52,65%. Sehingga produktivitas ubi kayu yang ditanam tergolong masih rendah dan perlu ditingkatkan.

Untuk meningkatkan produktivitas ubi kayu di Sukabumi, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) melaksanakan kegiatan demfarm seluas 6 ha di lahan milik 16 petani dari Kelompok Tani Boga Citra, Desa Sukaharja, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi.

Dilansir Puslitbang Kementan, varietas yang digunakan adalah varietas lokal, varietas Manggu dan varietas unggulan Balitbangtan varietas Adira 1. Selanjutnya, kedua varietas itu dibagi menjadi tiga pelakuan berbeda.

Pertama cara pemupukan yang biasa petani lakukan berupa 250 Phonska + 100 Urea kg/ha + 5 t/ha pupuk kendang. Kedua, pemberian pemupukan yang biasa petani lakukan ditambah 50 KCl + 750 dolomit kg/ha. Ketiga, pemupukan yang biasa petani lakukan ditambah 100 urea + 50 KCl + 750 dolomit kg/ha.

Hasilnya, pemberian tambahan pemupukan itu menunjukkan peningkatan hasil diantaranya, varietas lokal Mangu produktivitasnya meningkat 4,5 % - 6,5 % dari perlakuan pemupukan yang biasa petani lakukan. Selain itu, peningkatan produktivitas terjadi pada varietas Adira 1 yang hasilnya lebih tinggi dari varietas lokal Manggu yaitu 9,8 % - 18,4 % dari perlakuan pemupukan yang biasa petani lakukan.

Peningkatan hasil ini mengindikasikan budidaya ubi kayu di lahan kering masam dapat ditingkatkan produktivitasnya melalui perbaikan teknik budidaya, yaitu tambahan pemupukan NPK dan dolomit. Selain itu, perbaikan teknik budidaya dengan tambahan pemupukan NPK dan dolomit juga meningkatkan kualitas umbi pada varietas Adira 1 yang diindikasikan oleh peningkatan kadar pati sebanyak 1-2%.

Baca Juga: Perbaikan Pemupukan Lahan Kering Masam Tingkatkan Produktivitas Ubi Kayu
Kementan Kukuhkan Empat Profesor Riset Baru

Selanjutnya, peningkatan produktivitas budidaya ubi kayu pada lahan kering masam dengan perbaikan pemupukan juga berdampak pada peningkatan pendapatan petani, karena teknik budidaya pada demfarm yang ditampilkan secara ekonomi menguntungkan dan layak.

Sebagai tambahan informasi bahwa lahan kering masam adalah lahan yang adalah lahan yang tidak pernah tergenang atau digenangi air hampir sepanjang tahun, sebagai penciri spesifik yang membedakan dengan lahan kering lainnya adalah rata-rata pH tanah 5 dan kejenuhan basa 50%.

Video Terkait