Hasil Kelola Eks Napiter, BNPT Panen Raya Perdana Jagung Hibrida 80 Ton

BNPT panen jagung hibrida perdana. (Sariagri/Arief L)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 15 Juli 2022 | 13:20 WIB

Sariagri - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melakukan panen raya perdana jagung varietas hibrida jenis corteva agriscience di lahan pertanian Kawasan Terpadu Nusantara (KTN) di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Lahan milik negara seluas 4 hektar tersebut selama ini, dikelola oleh mantan kombatan dan eks Narapidana Terorisme (Napiter). Kepala BPNT, Komjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan lahan tidur tersebut diolah oleh eks Napiter menjadi lahan produktif berupa pertanian, peternakan dan perikanan.

“Panen raya perdana jagung hibrida ini menunjukan BNPT tidak hanya mampu dalam hal penanggulangan terorisme namun juga melakukan pembinaan ekonomi bagi para eks Napiter dengan memanfaatkan lahan tidur milik negara, bisa lahan KLHK, perhutani dan lain sebagainya yang dikembangkan menjadi kawasan terpadu nusantara seperti di Turen Kabupaten Malang ini,” kata Komjen Pol Boy Rafli Amar kepada Sariagri, Kamis (14/7/2022).

Boy menambahkan di lahan seluas 13,5 hektar ini diperkirakan menghasilkan jagung sekitar 80 ton dan akan diolah menjadi benih jagung. Hasil panen pertanian tersebut nantinya bisa diguna untuk menopang ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan para eks napiter.

“Upaya ini, membuktikan BNPT tidak hanya berhasil melakukan deradikalisasi bagi para mantan napi terorisme, namun juga bisa memberi edukasi dan pelatihan dibidang ekonomi,” tegasnya sekali lagi.

Dalam kesempatan itu, Boy berterima kasih sekali atas support dukungan semua pihak sehingga KTN yang di gagas BNPT dengan pemkab malang ini bisa membuahkan hasil.

“Tujuan dibentuknya KTN seperti ini, adalah memberikan pembinaan kepada eks napiter atau penyintas untuk berkarya dan berusaha sehingga memberikan manfaat kepada warga masyarakat.

KTN Turen merupakan implementasi konsep pentahelix penanggulangan terorisme di mana BNPT berkolaborasi dengan pemerintah Kabupaten Malang dan Universitas Islam Malang," terangnya.

Komjen pol Boy Rafli Amar menambahkan konsep dasar KTN adalah ke arah edukasi, perkonomian dan tourism yang diwadahi oleh koperasi artha graha bangsa agar bisa menaungi berbagai unit usaha yang ada.

Boy menyebutkan selain di Malang, KTN hasil gagasan BNPT saat ini juga berada di daerah lain seperti Temanggung, Garut, Morowali dan Sumbawa. Untuk itu pihaknya berharap dukungan dari berbagai lembaga agar konsep pembinaan eks napiter lewat KTN ini berhasil.

“Alhamdulillah dukungan datang dari banyak pihak seperti support yang dilakukan kementerian pertanian, BUMN dan kalangan swasta. terimakasih juga buat kereta api indonesia, corteva agriscience, Mind id, PT Bank Rakyat Indonesia, PT Smelting, koperasi artha harmoni bangsa, serta masyarakat yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini,” ucapnya.

KTN BNPT di Kabupaten Malang sendiri memiliki lahan seluas 16 hektar milik pemerintah. 4 hektar diantaranya telah dimanfaatkan untuk mengembangkan komoditi perkebunan jagung dan peternakan.

“Total lahan 16 hektar ini tersebar di 3 wilayah yaitu Kecamatan Jabung, Kecamatan Poncokusumo dan Kecamatan Turen. Selain perkebunan dan pertanian, Kawasan Terpadu Nusantara BNPT ini, nantinya juga bergerak dalam bidang peternakan dan pariwisata edukatif,” kata dia.

Rencananya di KTN Kabupaten Malang akan didirikan warung NKRI. Boy rafli menyebut warung NKRI tersebut merupakan kepanjangan dari Wadah Akur Rukun Geloorakan NKRI.

Baca Juga: Hasil Kelola Eks Napiter, BNPT Panen Raya Perdana Jagung Hibrida 80 Ton
Kabupaten Teluk Wondama Siapkan 200 Hektare untuk Tanam Jagung dan Sayur

Dalam kesempatan panen raya itu, Kepala BNPT, Komjen Pol Boy Rafli Amar didampingi dengan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Harvick Hasnur Qolby dan anggota komisi III DPR RI Arteria Dahlan, serta Bupati Malang HM Sanusi dan Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat.

“Ke depan diharapkan, lahan produktif yang dikelola para eks napiter ini bisa menjadi pilot project program BNPT secara nasional. Selain itu juga bisa  menjadi bagian dari ketahanan pangan wilayah di negeri ini,” tandas Boy Rafli Amar.

Video Terkait